Menolak Direlokasi, Warga Tamansari Datangi Balaikota Bandung

Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:35 WIB
Menolak Direlokasi,...
Menolak Direlokasi, Warga Tamansari Datangi Balaikota Bandung
A A A
BANDUNG - Puluhan warga Tamansari, Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa ke Balai Kota Bandung, menolak rencana relokasi rumah warga untuk pembangunan rumah deret. Puluhan warga itu, melakukan long march dari Jalan Sari, Jalan Merdeka, menuju Balai Kota Bandung Jalan Wastukancana.

Di sana mereka melakukan orasi sekitar 30 menit, menuntut bertemu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Sayangnya, tuntutan mereka tidak terpenuhi. Warga akhirnya kembali ke rumah masing-masing.

Juru Bicara Forum Aksi Warga RW 11 Tamansari Nanang Hermawan mengatakan, aksi tersebut adalah bentuk penolakan rencana pembangunan rumah deret (rudet) yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Menurut dia, rencana pembangunan rumah deret merupakan bentuk perampasan ruang hidup warga. Warga, lanjut dia, terutama RW 11 Kelurahan Tamansari telah menempati kawasan ini sejak tahun 1960-an.

"Kami membangun rumah dengan hasil keringat sendiri. Saat ini, warga hidup dengan tenang dan cukup nyaman di rumah. Lalu kami ditawarkan relokasi untuk pembangunan rumah deret," jelas Nanang di Balai Kota Bandung, Kamis (19/10/2017).

Menurut dia, program ini merupakan penggusuran gaya baru. Warga diminta pindah dari rumah untuk dihancurkan karena akan dibangun rumah deret di atasnya. Kemudian warga bisa tinggal di sana dengan menyewa. Pihaknya meminta Pemkot mengkaji ulang rencana itu.

Diketahui, rencana merelokasi warga Tamansari disampaikan pada Juni 2017 lalu, di mana warga diundang ke Rumah Dinas Wali Kota Bandung. Di sana disosialisasikan pembangunan rumah deret sebagai solusi dari penataan kawasan kumuh di Kota Bandung.

Pemkot Bandung beranggapan, lahan yang ditempati warga merupakan milik mereka. Walaupun Pemkot Bandung pun tidak pernah bisa menunjukan bukti kepemilikan lahan. Sementara warga mengklaim, telah menguasai tanah sejak 1960-an. "Penataan kawasan kumuh seharusnya didasari oleh kepentingan warga, bukan estetika keindahan semata," pungkas dia.
(sms)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
48 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved