Asita Sesalkan Insiden Turis Terperosok di Trotoar Berlubang

Jum'at, 06 Oktober 2017 - 19:40 WIB
Asita Sesalkan Insiden...
Asita Sesalkan Insiden Turis Terperosok di Trotoar Berlubang
A A A
BANDUNG - Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyayangkan insiden terperosoknya turis Belanda di trotoar Dago, Bandung, hingga menyebabkan kaki patah. Asita khawatir, kejadian itu akan mencederai nama baik Kota Bandung.

Ketua Asita Jabar Budiyanto Ardiansyah menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa Maria Jozefine Mathil, turis asal Belanda yang sedang berlibur ke Bandung. Kejadian itu mestinya bisa menjadi evaluasi bagi semua pihak untuk melakukan pembenahan infrastruktur.

“Pembenahan infrastruktur seperti trotoar penting dilakukan, apalagi Bandung mengklaim sebagai kota wisata. Perbaikan trotoar mestinya sampai kawasan pinggiran, agar akses pejalan kaki lebih mudah,” kata Budiyanto di Bandung, Jumat (6/10/2017).

Diberitakan sebelumnya, Maria Jozefine Mathil mengalami patah tulang tungkai bawah dan rusuk kanan akibat terperosok di lubang trotoar saat berjalan di sekitar Terminal Dago. Setelah kejadian, Maria dibawa warga ke Rumah Sakit Borromeus untuk mendapatkan penangan medis.

Informasi yang dihimpun SINDOnews, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bakal menanggung semua biaya pengobatan dan wisata turis itu. Lebih lanjut Budiyanto mengatakan, adalah kewajiban pemerintah kota untuk melakukan perbaikan infrastruktur seperti trotoar hingga daerah pinggiran.

Saat ini, kata dia, perbaikan trotoar masih terpusat di tengah kota. Padahal, daerah pinggiran juga perlu mendapat perhatian. “Memang banyak yang harus diperbaiki. Kami pun mengapresiasi upaya Pemkot Bandung membangun trotoar yang apik di tengah kota. Tetapi perlu juga diperhatikan daerah pinggiran juga,” jelas Budiyanto.

Dia khawatir, persoalan tersebut membuat nama baik Kota Bandung tercoreng. Dia khawatir, Maria kapok datang ke Bandung. Jangan sampai, lanjut dia, turis datang ke Indonesia hanya sekali saja, karena ketidakpuasan saat pertama berkunjung ke Bandung.

“Tinggal bagaimana kita memperlakukan turis itu. Kalau kita layani dengan baik, mudah-mudahan dia tidak kapok datang ke Bandung,” imbuhnya.

Sebenarnya, bila turis tersebut datang ke Bandung menggunakan biro perjalanan, mestinya ditanggung asuransi. Namun lain halnya bila melakukan perjalanan sendiri.

Menurut Dokter RS Borromeus Paul Jonathan, Maria semestinya harus menjalani perawatan selama dua minggu. Namun setelah dilakukan penanganan intensif oleh RS Borromeus, turis Belanda diperbolehkan pulang. “Dia bisa segera jalan normal lagi,” kata dia.
(rhs)
Berita Terkait
Berpotensi Timbulkan...
Berpotensi Timbulkan Kerumunan, Fasilitas Umum di Makassar Bakal Ditutup
Fasilitas Umum Dirusak...
Fasilitas Umum Dirusak Oknum Demonstran, Kerugian Ditaksir Rp300 juta
Pemkot Bandung Lanjutkan...
Pemkot Bandung Lanjutkan Pembangunan Teras Cihampelas, Target September Tuntas
Itenas Serahkan Bantuan...
Itenas Serahkan Bantuan Halte Unik dan Nyaman Kepada Warga Bandung
Serobot Lahan Warga...
Serobot Lahan Warga Sejak Tahun 2019, Ini Alasan Ketua RT Ngamuk ke Pemilik Ruko di Pluit
Halte BNN Cawang Transjakarta...
Halte BNN Cawang Transjakarta Mangkrak, Pelat Besi Hilang dan Rangka Berkarat
Berita Terkini
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
1 jam yang lalu
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
3 jam yang lalu
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
3 jam yang lalu
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
4 jam yang lalu
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
4 jam yang lalu
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved