Peradaban Betawi, Golok Memiliki Magnet Tersendiri

Senin, 31 Juli 2017 - 09:01 WIB
Peradaban Betawi, Golok...
Peradaban Betawi, Golok Memiliki Magnet Tersendiri
A A A
JAKARTA - Bagi masyarakat modern saat ini, golok merupakan senjata tajam yang memiliki fungsi beragam. Sayangnya golok mengarah pada kesan negatif lantaran ‎kerap digunakan pelaku kejahatan untuk menakuti maupun melukai korbannya.

Namun bagi masyarakat Betawi, golok merupakan bagian dari peradaban masyarakat. Golok atau yang lebih dikenal sebagai ‎bilah di masyarakat Betawi memiliki sejarah panjang yang melekat di kehidupan sosial Betawi.

‎"Golok itu peradaban Betawi kuno, bukan senjata. Tapi sebagai alat kerja, harga diri, sekaligus aksesoris masyarakat Betawi," kata ‎tokoh masyarakat betawi sekaligus sukarelawan, bersih-bersih kali di Jakarta, Babeh Idin Chaerudin, yang ditemui di Lebaran Betawi, Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurutnya, golok di setiap daerah di Betawi memiliki ciri khasnya masing-masing sesuai dengan geografis daerahnya masing-masing. "Di daerah kita semua punya golok, sesuai dengan karakter daerahnya, seperti masyarakat Betawi di pegunungan, laut atau pantai. Tapi yang pasti itu bagian dari peradaban bangsa Indonesia," kata Idin.

Contohnya, kata dia, Golok Sorenan yang biasa dipakai masyarakat Betawi untuk pergi kondangan, golok ini menjadi salah satu aksesories. "Kemudian ada Golok Gapokan, Golok Gobang, Botak dan Pisau Raut, masing-masing punya fungsinya," jelas Idin.

Pria yang tinggal di bantaran Kali Pesanggrahan ini pun menyayangkan jika masyarakat saat ini jadi salah kaprah ‎dengan penggunaan golok. Bahkan ekstrimnya mengarah pada perbuatan kejahatan.

"Masyarakt modern ini salah kaprah, disalah artiin jadi senjata tajam yang artiannya mengarah ke negatif," keluh Idin.

Padahal, kata dia, dalam masyarakat Betawi untuk mengeluarkan golok dari sarungnya saja ada pakem atau adabnya. "Nyabut golok itu enggak sembarang ada adabnya ada pakemnya, ‎si penempanya saja kalau zaman dahulu itu dianggap orang suci. Kalau sekarang kan golok dibuat secara ekonomi, kalau dahulu enggak sembarang," tuturnya.

Bahkan untuk membeli atau membuat golok saja ada hitung-hitungannya. Pasalnya hal tersebut berkaitan dengan karakter si pemegang golok. "Jadinya beli atau buat golok itu enggak bisa sembarang. Karena golok itu membawa karakter si pemegangnya, ada magnetnya di golok," ujar Idin.

Babeh Idin melanjutkan, ‎sebelum membeli atau membuat golok Betawi, si pemegang atau pemilik golok harus menghitungnya dengan ibu jari mulai dari pangkal sampai ke ujung.

Jika hitungan ibu jari tersebut berujung pada hitungan ibu jari, kata dia, maka pemilik golok bisa menjadi sosok pengayom. Jika hitungan berujung bapa, maka pemilik golok bisa menjadi pendekar atau jawara, pelindung dan pekerja keras bagi keluarganya.

"Panjangnya golok kalau diukur di bapa itu bagus, itu pekerja keras atau usaha, kalau ibu pengayom. Asal jangan itungan anak, karena kalau anak itu si pemilik bawaanya emosi‎ jadi enggak baik, dia masih labih kaya anak muda," jelasnya.

Karenanya, untuk memiliki sebuah golok bagi masyarakat Betawi tentu tidak sembarangan karena golok memiliki magnet atau pembawaan karakter seseorang. "Golok itu membawa karakternya, ada magnet di golok dan di orangnya, kalau salah itungannya bisa timbul karakter tadi," jelasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Masih Berlangsung, Ini...
Masih Berlangsung, Ini Jadwal Rangkaian Kegiatan Pekan Kesenian Bali 2024
Bersaing dengan Kesenian...
Bersaing dengan Kesenian Modern, Ini Upaya Seniman Batang Lestarikan Tari Lengger
18 Koreografer Muda...
18 Koreografer Muda dari Berbagai Daerah Unjuk Karya Inspiratif di Bali
Belajar dengan Gembira...
Belajar dengan Gembira di Sanggar Bocah Jawa
Pra Event Indonesia...
Pra Event Indonesia Bertutur 2022 Berakhir di Rotterdam
Bersama L- Project dan...
Bersama L- Project dan Art Koridor, UST Gelar International Art Exhibition di Yogya Gallery
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved