Pembebasan Lahan Tol Solo-Kertosono Belum Tuntas

Jum'at, 21 Juli 2017 - 22:02 WIB
Pembebasan Lahan Tol...
Pembebasan Lahan Tol Solo-Kertosono Belum Tuntas
A A A
BOYOLALI - Pembebasan lahan untuk Jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) belum sepenuhnya tuntas. Empat orang pemilik lahan di Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah melancarkan protes karena nilai ganti rugi dinilai terlalu rendah.

Aksi menolak nilai ganti rugi memasang spanduk tulisan “tanah ini tidak dijual ke tol jika ganti rugi tidak sesuai dengan harga pasaran”. Selain itu, pemilik lahan juga menanam pohon pisang di lahan yang semestinya harus dibebaskan.

Lahan itu terletak di pinggir barat jalur utama yang kini telah dibangun. Lahan itu milik Saminem, Sarimo, Suprapti, dan Parti Rahayu dengan total sekitar 2.290 meter persegi.

“lahan kami hanya dihargai Rp1,2 juta hingga Rp1,7 juta per meter persegi,” kata Sarimo, salah satu pemilik lahan saat memasang spanduk protes di lahan tol yang belum dibebaskan, Jumat (21/7/2017).

Berbeda halnya dengan lahan lainnya di lokasi yang sama, nilai ganti rugi mencapai Rp2,4 juta/meter persegi. Karena berada di jalur yang sama, semestinya ganti rugi tidak dibeda bedakan.

Minimal sama dengan lahan yang telah dibebaskan. Selain itu, lahan di sisi timur ganti ruginya juga lebih besar. Empat warga yang tanahnya belum dibebaskan, telah melayangkan gugatan secara hukum melalui pengadilan. Namun gugatan ditolak karena pihak pihak yang digugat dinilai tidak lengkap.

“Yang digugat subyeknya dianggap kurang, yakni PU (Pekerjaan Umum) dan Tim Apraisal,” timpal Slamet Riyadi, kuasa hukum empat warga. Pihaknya akan mengajukan gugatan ulang dengan cara kasasi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembebasan lahan Tol Soker, Waligi menegaskan, nilai ganti rugi yang ditawarkan sudah sesuai taksiran harga. Harga ganti rugi tanah lebih rendah karena letaknya lebih ke dalam. Sedangkan tanah di sebelahnya lebih tinggi karena menghadap ke jalan umum.

“Kami tidak akan menaikkan penawaran lagi,” timpal Waligi. Terlebih gugatan keempat warga itu juga telah ditolak pengadilan. Jika tidak mencapai kata sepakat, proses konsinyasi (penitipan uang kepada pengadilan) sulit dihindari. “Tapi akan dilihat dulu perkembangan di lapangan, kami berharap bersedia dibeli,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Gunakan Mortar Busa...
Gunakan Mortar Busa Ringan, Perbaikan Jalan TAA Dikebut
Siap Kontrak Jalan Daerah...
Siap Kontrak Jalan Daerah Rp7,2 Triliun, PUPR: Kita Bahagiakan Orang yang Tak Bisa Pakai Tol
Proyek Jalan Tol Baleno...
Proyek Jalan Tol Baleno Seksi 3 Dikebut, Ditarget Selesai Juni 2024
Pemilik Lahan Belum...
Pemilik Lahan Belum Sepakat Soal Harga, Pembangunan Jalan Baru di Padalarang Terhambat
Pembangunan Jalan Dinilai...
Pembangunan Jalan Dinilai Solusi Mudahkan Akses bagi Masyarakat
Bahas Jalan, Rapat DPRD...
Bahas Jalan, Rapat DPRD Bone dan Masyarakat Desa Usa dan Mico Memanas
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
1 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
2 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
2 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
5 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
6 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved