Alquran Daun Lontar di PALI Peninggalan Ulama Dahulu

Senin, 05 Juni 2017 - 05:00 WIB
Alquran Daun Lontar...
Alquran Daun Lontar di PALI Peninggalan Ulama Dahulu
A A A
Alquran dari helaian daun lontar dan berbalut bahan kulit di bagian depan ini masih terawat apik. Alquran yang dimiliki seorang pengusaha asal Marwani Udjang masih tersimpan rapi di rumahnya di Jalan Merdeka No 199, Kelurahan Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Marwani Udjang memperkirakan Alquran tua dari daun lontar ini dibuat beberapa abad lalu. Mengingat daun lontar merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan masyarakat saat itu. Bahkan tidak menutup kemungkinan Alquran yang dirawatnya itu merupakan salah satu kitab suci peninggalan kesultanan ataupun Kiai pada zaman dahulu.

"Kalau untuk pastinya saya tidak tahu kapan Alquran ini dibuat. Namun, dari logika dan sejarah Alquran ini diperkirakan dibuat beberapa abad lalu dengan alat sederhana sebelum kertas masuk. Makanya ulama-ulama terdahulu menuliskan pada helaian daun lontar ini," terang pria yang berumur lebih dari setengah abad ini.

Dia menuturkan Alquran tersebut merupakan warisan atau pemberian dari gurunya di Pulau Jawa pada 2013. Dia merupakan generasi keempat untuk pemegang dan pengurus Alquran itu.

"Pesan moralnya sudah pasti untuk memperkuat keimanan kita. Memberitahu bahwa pada zaman dahulu betapa sulitnya umat muslim menulis ayat-ayat Alquran pada helaian daun lontar untuk dibaca para anak cucu," ujarnya.

Dalam perawatannya, Marwani Udjang mengaku, tidak ada ritual atau perawatan khusus. Dia hanya perlu berhati-hati saat membuka Alquran tersebut karena sudah termakan usia. Namun, saat lembarannya dibuka masih tercium aroma khas daun lontar.

"Tidak ada cara special merawatnya, hanya kita taruh dalam kotaknya saja. Kalau ada yang datang mau melihat baru kita keluarkan," imbuhnya.

Selain Alquran yang terbuat dari daun lontar itu, Marwani Udjang juga diwariskan Alquran lainnya berukuran lebih kecil. "Kalau Alquran daun lontar itu memiliki ukuran 75 cm x 50 cm," pungkasnya.

Terpisah, salah satu tokoh yang pernah sengaja datang untuk melihat Alquran tersebut, M Habibi (27) menuturkan, sebagai generasi saat ini harus dapat menagmbil pelajaran dan hikmah nilai-nilai religi dari peninggalan zaman dahulu ini. "Intinya keseriusan kita perlu untuk menekuni ilmu agama, pelajari kitab suci Alquran," pungkas.
(wib)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
5 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
7 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
8 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
10 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved