Cek Penanganan Pelayanan Kesehatan, Bupati Banyuwangi Kunjungi Warga Sakit

Minggu, 05 Maret 2017 - 21:36 WIB
Cek Penanganan Pelayanan...
Cek Penanganan Pelayanan Kesehatan, Bupati Banyuwangi Kunjungi Warga Sakit
A A A
BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjenguk sejumlah warganya yang sakit. Sejak Minggu siang (5/3/2017) hingga sore, Anas berkeliling ke rumah warga yang sakit. ”Ini sekaligus saya mengecek penanganan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, memastikan langsung bahwa setiap laporan ke SMS Center dan media sosial tertangani baik,” ungkap Anas.

Anas mengatakan, selama ini Puskesmas-Puskesmas sudah menjalankan program jemput bola ke rumah warga yang sakit, terutama warga miskin dan lansia. ”Jadi dokter dan perawatnya yang datang ke warga, bukan sebaliknya,” ujar Anas.

Program ini akan terus diintensifkan serta menjadi indikator tentang kinerja aparat bidang kesehatan. Evaluasi kinerja kepala puskesmas, kepala rumah sakit, dan kepala dinas kesehatan di antaranya akan ditentukan dari respons terhadap penanganan warga miskin yang sakit.

Anas mengatakan, model layanan jemput bola adalah bagian dari solusi layanan kesehatan bagi warga. Dia mencontohkan, warga lanjut usia (lansia) cukup kesulitan untuk berangkat ke Puskesmas, apalagi lansia yang tinggal sebatang kara.

Meski berobat dengan BPJS atau jaminan kesehatan daerah tidak berbayar, warga miskin dan lansia terkadang kesulitan karena mengeluarkan biaya transportasi. ”Karena itulah, petugas yang harus jemput bola,” tegas Anas.

Kunjungan pertama Anas adalah ke rumah Ibu Nuraeni Ekayanti di Desa Genteng Wetan yang mengalami kanker indung perut.
Nuraeni telah dirujuk ke RSUD Genteng dan segera dikemoterapi di rumah sakit milik Pemprov Jatim, RSUD dr Soetomo di Surabaya.

”Tinggal menunggu pemeriksaan besok Senin, 6 Maret untuk memastikan kesehatannya, setelah itu dirujuk ke Surabaya. Dan semua pengobatannya telah ditanggung oleh Pemkab Banyuwangi melalui mekanisme yang ada,” kata Kepala Dinas Kesehatan Widji Lestariono.

Selanjutnya Anas menjenguk Beny Susanto, bocah 9 tahun di Desa Kaligondo yang menderita hidrosefalus. Setelah mendapat perawatan dan dioperasi, kondisi Benni makin membaik dan telah aktif bersekolah setelah sebelumnya terhambat. Satu bulan yang lalu dia telah dioperasi di RSUD Blambangan.

Penyakit hidrosefalus yang menyerang organ otak sebelumnya harus dirujuk ke Surabaya, namun kini sudah bisa ditangani di RSUD Blambangan Banyuwangi seiring dengan berbagai tambahan fasilitas di rumah sakit daerah bertipe B itu.

”Alhamdulillah, sekarang sudah tidak keluar cairan lagi dari matanya dan tak lagi mengeluh sakit kepala,” ungkap Jamilah, ibunda Beny. Anas mengatakan, strategi jemput bola efektif untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan warga.

“Yang menarik adalah kemudian muncul semangat gotong-royong. Semuanya terpanggil, mulai kepala desa, pengurus RT/RW, PKK, komunitas, sampai pengusaha. Ini modal sosial yang bila dirawat dengan baik bisa menyelesaikan masalah. Tentu pemerintah berterima kasih, karena tanpa elemen lain, pemerintah tidak bisa berbuat optimal,” papar Anas.

Anas juga mengunjungi RM, warga perempuan berusia 14 tahun yang menderita tuna rungu dan kini sedang hamil karena mengalami kasus asusila.

Permasalahan ini ditemukan setelah warga melapor ke call center Banyuwangi Children Center (BCC). Tim BCC yang juga melibatkan aparat hukum segera bergerak.

”Saya ingin menekankan, adik kita yang mengalami kekerasan seksual hingga hamil ini jangan dihakimi secara sosial. Jangan di-bully. Ini sekarang dalam pemantauan Puskesmas, gizinya juga dipantau karena dalam kondisi hamil. Mentalnya dibangun lagi,” tandas Anas.
(sms)
Berita Terkait
Webinar Bulan Bung Karno,...
Webinar Bulan Bung Karno, Bupati Banyuwangi Cerita Peran Budaya Lokal
Banyuwangi Role Model...
Banyuwangi Role Model Memaksimalkan Kelemahan Jadi Keuntungan
2 Pekerja Perkebunan...
2 Pekerja Perkebunan di Banyuwangi Diserang OTK, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
14 Kantor Pemerintahan...
14 Kantor Pemerintahan di Banyuwangi Jadi Klaster Baru COVID-19
Banyuwangi Bikin Kalender...
Banyuwangi Bikin Kalender Wisata Berkonsep Hybrid Pertama di Indonesia
Sandiaga Uno Puji Event...
Sandiaga Uno Puji Event Banyuwangi Festival 2021 Berkonsep Hybrid
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
7 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
8 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
8 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
8 jam yang lalu
Infografis
Tak Hanya Enak, Buah...
Tak Hanya Enak, Buah Delima Baik untuk Kesehatan. Cek Faktanya!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved