Djuanda Kartawidjaja, 'Menteri Maraton' Asal Tasikmalaya

Senin, 19 September 2016 - 05:00 WIB
Djuanda Kartawidjaja,...
Djuanda Kartawidjaja, 'Menteri Maraton' Asal Tasikmalaya
A A A
NAMA Djuanda Kartawidjaja tak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Selain Perdana Menteri terakhir, dia juga tokoh di balik Deklarasi Djuanda.

Djuanda Kartawidjaja dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1963 melalui SK Presiden Nomor 244 Tahun 1963, tertanggal 29 November 1963.

Seperti tokoh nasional lainnya, nama Djuanda juga diabadikan sebagai nama jalan di sejumlah daerah, termasuk di seputar Kompleks Istana Negara Jakarta. Namanya juga diabadikan menjadi nama taman hutan rakyat dan museum di Bandung, Jawa Barat. Selain itu, menjadi nama bandara di Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam waktu dekat, gambar Djuanda pun akan menghiasi bagian depan rupiah kertas pecahan Rp50 ribu.

Lantas, seperti apa sosok dan pengabdiannya kepada Republik Indonesia?

Djuanda lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Januari 1911. Ayahnya Raden Kartawidjaja, ibunya Nyi Monat.

Djuanda menyelesaikan pendidikan dasar di HIS dan kemudian pindah ke sekolah untuk anak orang Eropa, Europesche Lagere School (ELS), tamat tahun 1924. Lalu, oleh ayahnya Djuanda dimasukkan ke sekolah menengah khusus orang Eropa yaitu Hoogere Burgerschool te Bandoeng (HBS Bandung).

Lulus tahun 1929, dia kemudian mendapat beasiswa masuk Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS), sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung. Dia mengambil jurusan teknik sipil dan lulus tahun 1933.

Semasa muda, Djuanda cuma aktif dalam organisasi nonpolitik yaitu Paguyuban Pasundan atas arahan Otto Iskandar Dinata. (Baca juga: Otto Iskandar Dinata, si Jalak Harupat dari Bojongsoang).

Dia juga pernah menjadi pimpinan sekolah Muhammadiyah. Sejak 1939, dia menjadi pegawai Departemen Pekerjaan Umum di Jawa Barat.

Pada zaman Jepang, ia bekerja pada Jawatan Pekerjaan Umum. Djuanda bertugas merencanakan pembangunan jembatan Sungai Citarum yang telah dibumihanguskan oleh Belanda.

Pascakemerdekaan Indonesia, Djuanda memperoleh kepercayaan menduduki jabatan menteri di sejumlah kabinet. Tercatat dia pernah menjadi Menteri Muda Perhubungan merangkap kepala Jawatan Kereta Api, Menteri Komunikasi, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Menteri Kemakmuran, Menteri Negara Urusan Perencanaan, Menteri Pertahanan, Perdana Menteri (9 April 1957-9 Juli 1959), hingga Menteri Keuangan. Karena itu, Djuanda pun dijuluki sebagai 'menteri maraton'.

Saat menjabat Perdana Menteri, tugas Djuanda sangat berat. Sebab, keadaan bangsa dan negara dalam keadaan berbahaya dan terancam perpecahan. Dia berhasil menyelenggarakan Musyawarah Nasional yang berusaha menyatukan kembali Dwi-Tunggal Soekarno-Hatta.

Dalam pidato penutupan Musyawarah Nasional itu, Djuanda berkata,"Marilah kita waspada, keadaan buruk di dalam negara kita merupakan tanah yang subur bagi anasir-anasir yang ingin melihat hancurnya Republik Indonesia Proklamasi 1945. Marilah kita mengadakan zelfcorrectie, memeriksa diri pribadi, apakah kita sungguh selaras dengan dasar-dasar Proklamasi 17 Agustus 1945. Marilah kita jauhkan diri dari prasangka, tuduh menuduh dan curiga mencurigai. Marilah kita resapkan rasa sebangsa, setanah air, utuh dan bersatu dalam suka dan duka. Marilah kita songsong Indonesia Jaya dengan rasa cinta kasih, perjuangan dan pengorbanan."

Salah satu jasa lain dari Djuanda yang gemilang ialah Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut menentukan wilayah Perairan Republik Indonesia, yaitu bahwa bagian-bagian laut yang terletak di sekitar dan di antara pulau-pulau Indonesia yang dahulunya berstatus laut bebas, menjadi Laut Nasional.

Sosok cerdas itu wafat di Jakarta pada 7 November 1963 karena serangan jantung. Jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

Sumber: id.wikipedia.org dan www.pahlawancenter.com
(zik)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
6 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
9 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
10 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
10 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
11 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved