Kisah Karomah Syekh Burhanuddin Ulakan

Minggu, 03 Juli 2016 - 05:00 WIB
A A A
Dengan bekal keberanian dan keyakinan yang kuat untuk menambah ilmu agama ke Syekh Abdurrauf di Aceh kemudian Pono bertemu dengan empat orang yang juga ingin berguru ke ulama Aceh tersebut.

Adapun teman berempat yang bertemu Pono adalah Datuak Maruhun Panjang dari Padang Gantiang, Batu Sangkar ; Sitarapang dari Kubuang Tigobaleh Solok; M Nasir dari Koto Tengah; Buyuang Mudo dari Bayang Salido Banda Sapuluah.

Akhirnya mereka tiba di Singkil, dan langsung menemui Syekh Abdurrauf di kediamannya sekaligus mengutarakan maksud kedatangan.

Melihat kedatangan Pono, Syekh Abdurrauf teringat akan pesan gurunya bahwa nanti akan ada calon muridnya datang dari arah selatan yang akan menjadi penyuluh agama mewarisi ajarannya. Di mana orang tersebut kakinya cacat namun pintar dan berbudi pekerti yang tinggi.

Maka tanpa ragu sang Mufti langsung menerima kelima orang ini menjadi murid. Latar belakang Pono yang berasal dari keluarga bangsawan dan keahliannya dalam mengolah alam buah pembelajaran keras yang diberi ayahnya sangat berguna diterapkan di pesantren.

Sehingga Syekh Abdurrauf mempercayakan Pono untuk mengurus keperluan pesantren, dari membuat dan memelihara ikan di kolam, berkebun dan ke sawah juga menggembala sapi kepunyaan Sang Syeikh.

Hal itu dia lakukan tanpa membantah karena Pono menyadari dalam ilmu tareqat apapun alirannya dalam menuntut ilmu, “murid dihadapan guru ibarat mayat di tangan orang yang memandikannya”.

Dalam hikayat, suatu hari Syekh Abdurrauf menguji santrinya dengan memanggil dan menyuruh mereka untuk mengambil bejana yang menurut sang Syekh jatuh di WC pesantren yang penuh kotoran manusia.

Dari sekian banyak santri hanya Ponolah yang mau sepenuh hati menyelami WC penuh tinja tersebut tanpa memperhitungkan bau busuk kotoran dan menyerahkannya pada sang guru setelah dia samak dan bersihkan.

Ketika Syekh Abdurrauf dapat undangan ke sebuah pulau maka dia bergegas pergi dengan beberapa santri dan berpesan pada santri yang tinggal agar menyuruh Pono menyusulnya ke pulau tersebut.
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1215 seconds (10.101#12.26)