Kisah Karomah Syekh Burhanuddin Ulakan

Minggu, 03 Juli 2016 - 05:00 WIB
Kisah Karomah Syekh Burhanuddin Ulakan
Kisah Karomah Syekh Burhanuddin Ulakan
A A A
Syekh Burhanuddin adalah seorang ulama yang berpengaruh di daerah Minangkabau penyebar Islam di Kerajaan Pagaruyung. Dia dikenal sebagai ulama sufi pengamal Tarekat Shatariyah yang melawan penjajahan VOC.

Ulama besar yang bernama asli Pono ini lahir di Pariaman. Ayahnya Pampak Sati Karimun Merah bersuku Koto dan Ibunya Cukuik Bilang Pandai bersuku Guci.

Kehidupan sehari hari si Pono kecil tidak ubahnya seperti anak seusianya yang selalu bejajar dan bermain namun ada kekhususan yang setiap malam diajarkan ayahnya yaitu ilmu kebatinan dan pencak silat. Waktunya banyak dia habiskan di bukit untuk merenung sambil menggembala kerbau dari penggembalaan ini dia mendapat teman akrab bernama Idris.

Sehingga suatu ketika saat menggembala, harimau mengintai untuk memangsanya namun berbekal pelajaran beladiri dari ayahnya si Pono bisa mengusir binatang buas tersebut.

Namun malang baginya urat kakinya putus terkena kuku harimau tersebut. Sehingga akibat peristiwa itu dia menjadi pincang.

Kemudian Pono mendapat kabar ada guru agama di negeri rantau pesisir Minangkabau yaitu seorang ulama dari Mekkah yang terkenal dengan sebutan Tuanku Madinah.

Cerita ini menarik minat Pono maka diutarakanlah niat tersebut pada ayahnya untuk belajar Agama Islam di Tapakis pada Tuanku Madinah.

Melihat semangat anak kesayangannya dan hiba membayangkan anaknya yang selalu diperolok-olok kan temannya karena pincang maka niat tersebut dikabulkan oleh ayahnya untuk pindah sekaligus membuka lapangan usaha di daerah baru.

Karena kecerdasannya dan kemauannya yang kuat dalam mempelajari agama maka dengan cepat Pono berhasil menguasai semua pelajaran yang diberikan Tuanku Madinah. Kemudian Pono disuruhnya pergi berguru ke Aceh menemui Syekh Abdurrauf di Singkil.

Untuk Pono berinisiatif pergi ke Aceh agar bisa menghindari kemarahan masyarakat yang mulai main kasar bahkan ingin membunuhnya karena ajaran Islam tersebut menghalangi adat kebiasaan mereka dalam berjudi dan bersabung ayam.
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1550 seconds (11.210#12.26)