Melihat Kerajinan Atap Nipah yang Terancam Punah di Kobar

Selasa, 14 Juni 2016 - 12:25 WIB
Melihat Kerajinan Atap...
Melihat Kerajinan Atap Nipah yang Terancam Punah di Kobar
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Tradisi turun-temurun kerajinan atap nipah di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), terancam punah.

Selain tak miliki regenerasi produksi, atap nipah ini kalah bersaing dengan atap seng pabrikan.

Menurut salah seorang pengrajin atap nipah di Kumai, Hatiah (68), sudah puluhan tahun dirinya menggeluti kerajinan atap nipah ini. Ilmu dalam merangkai daun nipah menjadi atap ini didapat dari orangtuanya.

Namun, saat ini tidak ada anak muda yang mau menggeluti kerajinan atap nipah. Alasannya klasik, bayaran untuk pembuatan atan nipah sangat kecil. Setiap lembar atap nipah, diupah dengan harga Rp100.

Paling banyak, dalam sehari hanya dapat 100 lembar atap nipah. Artinya, pendapatan maksimal pengrajin atap nipah hanya Rp10 ribu.

"Susah. Kamu lihat sendiri. Mana ada anak muda zaman sekarang yang mau mengolah nipah. Gengsi katanya," ujar perempuan berstatus janda ini.

Pengrajin lainnya, Lilis (52) mengatakan, kebutuhan akan atap nipah semakin menurun. Pasalnya, atap nipah kalah bersaing dengan atap multiroof. Saat ini, kata dia, atap nipah digunakan warga untuk membuat kandang unggas.

"Untuk saung-saungan. Atau biasanya untuk kandang ayam. Kalau dulu kan rumah juga pakai atap nipah. Sekarang mana ada. Pakai multiroof semua," katanya.

Dia menerangkan, atap nipah bisa bertahan maksimal 3 tahun pakai. Sedangkan seng pabrikan lebih tahan lama. Meski begitu, dia yakin permintaan masyarakat terhadap atap nipah bakal kembali meningkat.

Meski kalah dari sisi ketahanan dengan seng pabrikan, sebagian masyarakat masih memilih atap nipah karena memiliki ciri khas.

"Saya tetap yakin, bakal banyak permintaan terhadap atap nipah ini. Karena sekarang mulai ada masyarakat yang dalam membangun rumah pingin seperti kembali ke zaman dahulu," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Balai Pelestarian Kebudayaan...
Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara dan Gorontalo Gelar Kumpul Komunitas Karawo
Balai Ainun Jadi Pusat...
Balai Ainun Jadi Pusat Kerajinan Limbah Kerang di Parepare
Yuk! Intip Ide Membuat...
Yuk! Intip Ide Membuat Kerajinan Tangan dari Kain Perca Bareng Robbika Wijayanti, Hanya di Morning Update, iNews
Pasarkan Produk Kriya...
Pasarkan Produk Kriya Unggul, Dekranas Gelar Pameran Kriyanusa 2023
Belajar Membuat Card...
Belajar Membuat Card Holder, Milenial Yogyakarta Latih Kreativitas
Kreasi Unik, Miniatur...
Kreasi Unik, Miniatur dari Bambu Batik Terkenal hingga Mancanegara
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
22 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
29 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
46 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved