Gigihnya Perlawanan Kerajaan Banten terhadap VOC

Minggu, 08 Mei 2016 - 05:00 WIB
Gigihnya Perlawanan...
Gigihnya Perlawanan Kerajaan Banten terhadap VOC
A A A
Ketika Belanda datang yang pertama, Banten menjadi pelabuhan internasional yang ramai. Sejak kedatangan Belanda yang pertama itu, Kerajaan Islam Banten telah menentangnya.

Sebab tindakan orang-orangnya kasar dan sombong. Setelah J.P Coen mendirikan kota Batavia perselisihan antara Banten dan VOC semakin tajam.

Persaingan dagang antara Banten dan Batavia tak dapat dihindarkan. Kecuali itu, keduanya juga memperebutkan jalur pelayaran di selat Sunda. Untuk melumpuhkan perdagangan Banten, kapal-kapal VOC memblokade pelabuhan Banten.

Pada tahun 1651, Sultan Ageng Tirtayasa naik tahta di Kerajaan Banten. Ia seorang raja yang tegas melawan VOC.

Pada jaman pemerintahannya, terjadi perang 3 kali melawan VOC. Salin itu Sultan Ageng Tirtayasa juga berusaha menghidupkan perdagangan Banten kembali.

Tetapi kemudian timbul perselisihan dengan putranya, yakni Pangeran Abdulkahar, yang juga terkenal dengan sebutan Sultan Haji.

Dengan diam-diam Sultan Haji minta bantuan VOC untuk merebut tahta ayahnya. Hal itu merupakan kesempatan yang baik bagi VOC untuk menjalankan politik divide et impera.

Perang antara Sultan Ageng dan Sultan Haji tidak dapat dihindarkan. Rakyat dan sebagian besar tokoh kerajaan membantu Sultan Ageng. Sementara itu, VOC segera mengirimkan pasukan ke Banten untuk membantu Sultan Haji.

Maka terjadilah pertempuran hebat. Benteng Tirtayasa dipertahankan mati-matian oleh prajurit Banten. Namun demikian Sultan Ageng terdesak, dan bersama putranya yang kedua bernama Pangeran Purbaya, melarikan diri ke selatan.

Mereka dikejar oleh pasukan VOC dan pasukan Sultan Haji. Akhirnya pada tahun 1683, Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap. Sementara Pangeran Purbaya melarikan diri ke daerah Priangan.

Setelah Sultan Ageng tertangkap, Sultan Haji mengadakan perjanjian dengan VOC. Isi perjanjian tersebut sangat merugikan Kerajaan Banten. Antara lain disebutkan "bahwa Banten mengakui kekuasaan VOC".

Meskipun Sultan Haji telah mengakui kekuasaan VOC di Banten, perlawanan rakyat tidaklah padam. Para pemimpin rakyat Banten tetap mengobarkan semangat rakyat untuk melawan VOC. Antara lain perlawanan yang dipimpin oleh Kyai Tapa dan Ratu Bagus.

Mereka mendapatkan bantuan dari Ibnu Iskandar dan Syekh Yusup. Ibnu Iskandar adalah seorang pelaut dari Sumatera Barat, sedangkan Syekh Yusup ialah seorang pelaut dari Makasar. Kedua orang pelaut ini menyerang armada VOC.

Sumber:

wikipedia
sejarahnegara
diolah dari berbagai sumber
(nag)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
4 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
4 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
4 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
5 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved