Empat Gajah di Bali Elephant Camp Tunggu Kelahiran Anaknya

Kamis, 03 Maret 2016 - 07:04 WIB
Empat Gajah di Bali...
Empat Gajah di Bali Elephant Camp Tunggu Kelahiran Anaknya
A A A
DENPASAR - Empat ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang berada di Bali Elephant Camp yang terletak di Desa Carangsari, Kecamatan Sangeh, Kabupaten Badung Bali tinggal menunggu hari untuk melahirkan anaknya. Keempat gajah tersebut diantaranya bernama Agnes (kehamilan 22 bulan), Cindy(15 bulan), Della (14 bulan), dan Helen (16 bulan).

Kehamilan empat gajah tersebut menjadi kabar gembira di tengah maraknya berita kematian gajah belakangan ini.

“Secara alamiah umur kehamilan gajah itu 18-24 bulan. Jadi mungkin sekitar dua bulan lagi Agnes akan melahirkan bayinya,” kata dokter hewan Bali Elephant Camp Gilang Yoga Raditya saat ditemui di kandang gajah BEC, Rabu (2/3/16).

Gilang mengatakan, gajah yang berada di BEC berasal dari Pekanbaru dan Way Kambas. Total ada 13 ekor yang ada di BEC. Jantan 5 dan betina 8.

“Masing-masing gajah punya pawangnya sendiri. Gajah jantan pawangnya dua orang, karena dia butuh perhatian lebih,” katanya.

Gajah-gajah yang ada tidak dirantai seperti yang ada di Kebun Binatang, karena mereka sudah sangat terlatih.

Tim medis BEC rutin melakukan cek kesehatan. Seperti pemotongan kuku dan lainnya. Kala gajah sedang mengalami sakit, dia tak akan dipekerjakan untuk pertunjukan wisata sampai benar-benar sembuh total.

Untuk menjaga kesehatan gajah yang hamil, katanya, satwa langka tersebut harus tetap dipekerjakan.

Namun dengan intensitas yang tak berlebihan. Sebab menurutnya, jangan sampai nantinya gajah mengalami obesitas jika tak digerakan. Ini akan membuat gajah-gajah tersebut mengalami kesulitan kala melahirkan nantinya.

Gilang juga mengatakan, guna kebutuhan pangan gajah-gajah yang ada, pihak BEC harus merogoh kocek Rp40 juta per hari. Prinsip animal walfare benar-benar dijalankan sesuai dengan standar yang ada.

Sementara itu Direktur BEC I Gusti Agung Ayu Inda Trimavo Yuda mengatakan, kehamilan gajah-gajah tersebut merupakan bukti bahwa mereka bahagia berada di kawasan wisata alam tersebut.

Menurutnya, faktor keberhasilan breeding itu ada pada tenaga profesional yang berada di BEC. Baik dari segi perawatan gajah, pemeliharaan fasilitas dan aktivitas alam memiliki standar yang baik.

“Dalam proses breeding ini, kami melakukan tahapan-tahapan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh pihak BKSDA Bali,” katanya.

BEC sendiri merupakan merupakan bagian dari TBE (True Bali Experience), desa wisata petualangan berbasis alam dan budaya.

TBE mulai didirikan pada 1995, sementara program BEC mulai masuk dan bersinergi ke dalamnya pada 2005.

“Kami juga mempunyai Yayasan Kembali ke Desa yang didirikan sejak 1985. Jadi kami berdayakan masyarakat sekitar. Petani dan warga kami ajak untuk melakukan penghijauan dari hulu hingga hilir. Kami bagikan bibit-bibit pohon. Kami ingin bersinergi dengan alam,” ujarnya.

Dia sadar betul bahwa kelestarian alam bisa memberikan manfaat yang jauh lebih nesar dibanding dengan hanya mengeksploitasi secara konvensional.

Menjadikan alam sebagai bagian dari ecotourism jauh lebih menguntungkan. Karenanya, aspek keberlanjutan harus benar-benar terjaga.Tak ayal, hingga saat ini total ada 400 tenaga kerja lokal yang terserap dan bekerja di TBE.

“Wisatawan yang datang bisa melakukan treking singkat selama 30 menit dengan menunggangi gajah. Kami juga ada program rafting, bersepeda keliling desa, mengunjungi hutan tropis, air terjun, dan aktivitas alam lainnya,” katanya.

Suharyono Kepala BKSDA Bali mengatakan, apa yang dilakukan oleh BEC merupakan sebuah capaian yang bagus. Gajah selain dimanfaatkan guna pertunjukan wisata juga dibreeding sesuai dengan tugas Lembaga Konservasi.

“Ini salah satu keberhasilan pembinaan dari KLHK dalam hal ini dilakukan oleh BKSDA Bali untuk membina Lembaga Konservasi yang ada di bawah kita sehingga berhasil dalam dua tahun terakhir ini berhasil empat gajah yang berhasil bunting. Tentunya ini merupakan kebanggaan bagi kami karena inilah merupakan kegiatan re-stocking secara exsitu yang ada apabila di populasinya itu hilang atau terganggu,” paparnya.

Sebab menurutnya breeding gajah buka perkara mudah. Satwa dilindungi tereebut sangat sensitif.

Namun bukti keberhasilan di BEC ini membuatnya senang. Menurutnya, langkah ini juga perlu dilakukan oleh Lembaga Konservasi lainnya di Indonesia.

Menurutnya, ke depan, satwa liar yang berhasil dibreeding oleh Lembaga Konservasi yang ada wajib menyerahkan 10% hasil turunannya pada KLHK.

Untuk selanjutnya disiapkan guna dilepas liarkan kembali ke alam. Meski nantinya memerlukan waktu yang panjang.

Sebab satwa liar hasil breeding itu harus direhabilitasi dalam kandang habituasi guna mengembalikan sifat liarnya. Setelah itu, barulah bisa dilepasliarkan ke alam bebas.

“Target dalam RPJMN sampai 2019 semua jenis satwa liar di Indonesia harus bertambah 10%,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Pentingnya Komitmen...
Pentingnya Komitmen Menjaga Satwa Liar demi Kelestarian Lingkungan
Warga Bukittinggi Digemparkan...
Warga Bukittinggi Digemparkan Musang Liar Datangi Toko Ponsel, Nyaris Gigit Pembeli
Kakatua dan Blue Gold...
Kakatua dan Blue Gold Macau di Lembang Park and Zoo Berhasil Dikembangbiakan
Harimau Jantan Muncul...
Harimau Jantan Muncul di Dekat Permukiman di Riau, Videonya Viral
Kemunculan Tapir di...
Kemunculan Tapir di Pinggir Jalan Sungaipenuh-Tapan Bikin Geger Warga
Miris, Belasan Satwa...
Miris, Belasan Satwa Menggemaskan Ini Dijual Secara Online
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
19 menit yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
4 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
5 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
5 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
5 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved