Gugurnya 37 Pejuang Dalam Pertempuran 3 Oktober 1945 di Pekalongan

Minggu, 10 Januari 2016 - 05:00 WIB
Gugurnya 37 Pejuang...
Gugurnya 37 Pejuang Dalam Pertempuran 3 Oktober 1945 di Pekalongan
A A A
Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah KNID yang bertujuan untuk memindahkan kekuasaan. Pada saat itu, Kota Pekalongan masih berada di tangan Jepang.

Ada tiga kelompok yang melakukan pendekatan kepada Jepang, yaitu, KNID yang dipimpin oleh Dr. Sumbadji BPKKP yang dipimpin oleh Dr. Ma’as Angkatan Muda yang dipimpin oleh Mumpuni dan Margono Jenggot

Ketiga kelompok moral tersebut melakukan berbagai pendekatan kepada Jepang dalam upaya pemindahan kekuasaan.

Akhirnya pihak Jepang mau berunding dengan para wakil masyarakt Pekalongan dari 3 kelompok tadi pada tanggal 1 Oktober 1945.

Namun karena suatu hal, perundingan diundur sampai tanggal 3 Oktober 1945 pukul 10.00 di gedung Kempeitai.

Rakyat Pekalongan yang diwakili Mr Besar menggelar perundingan dengan Dai Nippon untuk membahas penyerahan kekuasaan.

Perjanjian yang semula disepakati tanggal 1 Oktober 1945 diundur selama dua hari tanpa alasan yang jelas.

Tanggal 3 Oktober perundingan digelar di Kenpetai. Rakyat ketika itu bersiap mengepung markas Kempetai dengan menggenggam bambu runcing dan sejata tradisional lainnya.

Mr Besar mengajukan tiga tuntutan kepada Jepang, di antaranya agar menyerahkan kekuasaan kepada rakyat Indonesia secara damai, pelucutan senjata Jepang, dan jaminan keamanan para serdadu Jepang setelah penyerahan kekuasaan. Namun, Jepang menolak permintaan ini.

Sementara itu, rakyat yang tak sabar menunggu mulai memanas. Tiga orang pemuda berteriak dari luar mendesak agar perundingan segera diselesaikan.

Tak berselang lama, pemuda ini nekat menurunkan bendera Jepang yang ada di Kempetai dan mengganti dengan bendera merah putih. Mereka pun seketika itu diberondong peluru senapan Jepang.

Ribuan massa yang mengepung Kempetai serentak menyerang pasukan Jepang. Perang tak terhindarkan. Sebanyak 37 orang gugur dalam pertempuran ini, sementara 12 mengalami cacat.

Untuk memperingatinya, didirikan Monumen 3 Oktober 1945 di Lapangan Kebon Rojo. Dan gedung kempetai diubah menjadi Masjid Syuhada.

Di depan masjid terdapat patung berbentuk 4 bambu dengan 5 buah ruas. Namun kini telah diubah menjadi 3 batang bambu dengan 10 bilah ruas. Yang melambagkan peristiwa 3 Oktober.

Sekarang, pada tanggal 3 oktober tiap tahunnya, di depan Monumen peristiwa bersejarah itu, diadakan upacara dan aksi teaterikal yang dilakukan oleh pelajar-pelajar di Kota Pekalongan.

Sumber:
wikipedia.org
pembuat.patung.blgospot
pekalongankota.
(nag)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
4 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
5 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
7 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
8 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
8 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved