Bentrok di Lapas Kerobokan Diduga Terkait Insiden di Royal Palace
Kamis, 17 Desember 2015 - 20:54 WIB
Bentrok di Lapas Kerobokan Diduga Terkait Insiden di Royal Palace
A
A
A
DENPASAR - Bentrokan di Lapas Kerobokan dan tiga wilayah lainya di Denpasar diduga terkait insiden berdarah di tempat hiburan malam Royal Palace, Jalan Diponegoro Nomor 180 Kompleks Ruko Arta Kencana Luhur Kapling 7-12 Denpasar, pada Rabu 23 September lalu.
Karena pada insiden tersebut pemilik sekaligus direktur operasional tempat hiburan tersebut, I Nyoman Widaya Budiarta (55) tewas bersimbah darah setelah ditikam sangkur.
Warga Perum Swandewi Jalan Goa Gong Jimbaran, Kuta Selatan ini tewas dengan sejumlah luka tusuk pada sekujur tubuhnya. Meski sempat dilarikan ke RS Sanglah, namun nyawanya tak tertolong.
"Ya benar terkait hal itu karena pembunuhnya merupakan anggota salah satu ormas yang terlibat bentrok hari ini di Lapas Kerobokan, " kata sumber Sindonews di Polda Bali.
Selain itu ratusan salah satu anggota yang terlibat bentrok mendatangi lokasi rekonstruksi pembunuhan Direktur Operasional Royal Palace I Nyoman Widaya Budiarta pada Sabtu, 3 Oktober 2015 lalu.
Kedatangan para anggota ormas di Pulau Dewata tersebut guna memberi dukungan terhadap tiga tersangka pelaku pembunuhan yang diketahui anggota mereka.
Namun ketika hal tersebut ditanyakan ke Wakapolda Bali Brigjen Pol I Nyoman Suryasta enggan berkomentar banyak. "Besok saja akan kita lakukan press conference, " kata Nyoman Suryasta.
Karena pada insiden tersebut pemilik sekaligus direktur operasional tempat hiburan tersebut, I Nyoman Widaya Budiarta (55) tewas bersimbah darah setelah ditikam sangkur.
Warga Perum Swandewi Jalan Goa Gong Jimbaran, Kuta Selatan ini tewas dengan sejumlah luka tusuk pada sekujur tubuhnya. Meski sempat dilarikan ke RS Sanglah, namun nyawanya tak tertolong.
"Ya benar terkait hal itu karena pembunuhnya merupakan anggota salah satu ormas yang terlibat bentrok hari ini di Lapas Kerobokan, " kata sumber Sindonews di Polda Bali.
Selain itu ratusan salah satu anggota yang terlibat bentrok mendatangi lokasi rekonstruksi pembunuhan Direktur Operasional Royal Palace I Nyoman Widaya Budiarta pada Sabtu, 3 Oktober 2015 lalu.
Kedatangan para anggota ormas di Pulau Dewata tersebut guna memberi dukungan terhadap tiga tersangka pelaku pembunuhan yang diketahui anggota mereka.
Namun ketika hal tersebut ditanyakan ke Wakapolda Bali Brigjen Pol I Nyoman Suryasta enggan berkomentar banyak. "Besok saja akan kita lakukan press conference, " kata Nyoman Suryasta.
(sms)