Penyerapan APBD Rendah, DKI Pastikan Tak Terulang di 2016
Jum'at, 11 Desember 2015 - 01:05 WIB
Penyerapan APBD Rendah, DKI Pastikan Tak Terulang di 2016
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI memastikan penyerapan anggaran akan maksimal pada APBD 2016 mendatang. Untuk anggaran tahun 2015, Pemprov DKI memperkirakan akan terserap hingga 60 persen.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Heru Budihartono mengakui penyerapan anggaran 2015 DKI masih sekitar 38 persen. Banyak kegiatan pembangunan prioritas seperti penanganan kemacetan dan banjir tidak berjalan maksimal.
"Pengerukan waduk, sungai, penambahan pompa, tanggul, perbaikan infrastruktur jalur bus TransJakarta, pengadaan bus belum maksimal," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota DKI, Kamis (10/12/2015).
Namun, Heru optimis penyerapan anggaran 2015 mencapai 60 persen mengingat banyak kegiatan yang saat ini dikerjakan belum ada penagihan, seperti perbaikan jalan, pembangunan masjid Balai Kota dan sebagainya.
"Hitungnya jangan 15 Desember. Itu kan waktu dimulainya penagihan. 25 desember lah akhirnya," katanya.
Mantan Wali Kota Jakarta Utara itu pun yakin rendahnya penyerapan anggaran 2015 tidak terulang kembali pada 2016.
Heru menegaskan, apabila KUA-PPAS 2016 sudah disepakati dan ditandatangani sesuai rencana pada Senin (21/12/2015), para pengguna anggaran sudah bisa mengajukan lelang ke Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).
"Januari sudah bisa lelang, Februari anggaran sudah bisa digunakan. Saat ini sudah lebih baik kok penyusunan dan pembahasanya," pungkasnya‎.
PILIHAN:
Ini Kronologi Driver Go-Jek Ditikam di Sunter Mall
Masukkan Anggaran Siluman Rp700 M, Ahok: Berani Banget!
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Heru Budihartono mengakui penyerapan anggaran 2015 DKI masih sekitar 38 persen. Banyak kegiatan pembangunan prioritas seperti penanganan kemacetan dan banjir tidak berjalan maksimal.
"Pengerukan waduk, sungai, penambahan pompa, tanggul, perbaikan infrastruktur jalur bus TransJakarta, pengadaan bus belum maksimal," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota DKI, Kamis (10/12/2015).
Namun, Heru optimis penyerapan anggaran 2015 mencapai 60 persen mengingat banyak kegiatan yang saat ini dikerjakan belum ada penagihan, seperti perbaikan jalan, pembangunan masjid Balai Kota dan sebagainya.
"Hitungnya jangan 15 Desember. Itu kan waktu dimulainya penagihan. 25 desember lah akhirnya," katanya.
Mantan Wali Kota Jakarta Utara itu pun yakin rendahnya penyerapan anggaran 2015 tidak terulang kembali pada 2016.
Heru menegaskan, apabila KUA-PPAS 2016 sudah disepakati dan ditandatangani sesuai rencana pada Senin (21/12/2015), para pengguna anggaran sudah bisa mengajukan lelang ke Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).
"Januari sudah bisa lelang, Februari anggaran sudah bisa digunakan. Saat ini sudah lebih baik kok penyusunan dan pembahasanya," pungkasnya‎.
PILIHAN:
Ini Kronologi Driver Go-Jek Ditikam di Sunter Mall
Masukkan Anggaran Siluman Rp700 M, Ahok: Berani Banget!
(ysw)