106 Ibu Rumah Tangga di Kebumen Menderita HIV/AIDS

Jum'at, 04 Desember 2015 - 20:17 WIB
106 Ibu Rumah Tangga...
106 Ibu Rumah Tangga di Kebumen Menderita HIV/AIDS
A A A
KEBUMEN - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kebumen terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hingga November 2015, penderita virus mematikan di kabupaten berslogan Beriman ini mencapai 475 kasus, tertinggi kedua di Jawa Tengah.

"Jumlah ini masih mungkin bertambah mengingat baru kasus yang terungkap baru 40%," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Rini Kriatiani, kepada wartawan, Jumat (4/12/2015).

Menurut Rini, estimasi penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kebumen mencapai 1.176 penderita. Namun yang terungkap baru 475 orang dengan rincian 192 HIV dan 283 positif AIDS, serta 168 di antaranya meninggal dunia.

“Artinya baru terungkap 40,4% dari estimasi Odha di Kebumen yang mencapai 1.176 orang. Sisanya 59,6% masih perlu usaha keras,” katanya.

Berdasarkan faktor risiko, penularan HIV/AIDS di Kabupaten Kebumen paling banyak tertular pada heteroseksual yang mencapai 84,9%, homoseksual 8%, perinatal 4,1%, biseksual 1,8%, dan IDU 1,1%.

Fakta lain, ternyata ibu rumah tangga menjadi penderita terbanyak yang mencapai 106 orang, disusul karyawan 90 orang, buruh 82, wiraswasta 41, PNS 8, TNI/Polri 4.

“Sesuai umur didominasi usia produktif yakni usia 30-34 tahun sebanyak 108 kasus. Ada juga yang masih balita usia 0-4 tahun sebanyak 15 kasus,” terangnya.

Terpisah, penjabat Bupati M Arief Irwanto mengatakan, HIV/AIDS berdampak negatif pada semua sektor. Tidak hanya kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi, dunia kerja dan pembangunan.

“Hal ini karena penularannya berawal dari prilaku yang menyimpang. Sehingga menular ke orang lain,” kata Arief Irwanto.

Dia mengungkapkan, dengan ditemukannya 15 kasus HIV pada anak-anak, apabila orangtua atau ibu hamil dengan HIV tidak mengikuti pengobatan, akan berdampak pada terancamnya bayi tertular HIV.

“Karenanya perlu dilakukan upaya bersama dalam penanggulangan HIV/AIDS secara komprehensif. Pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat harus bertindak bersama,” tegasnya.

Pada peringatan Hari AIDS Sedunia ini, pihaknya merencanakan Bulan Voluntary Concelling and Testing (VCT). Panitia menargetkan minimal 5.000 orang secara sukarela memeriksa kesehatannya terkait HIV/AID.
(san)
Berita Terkait
Akibat Seks Bebas Sesama...
Akibat Seks Bebas Sesama Jenis, Banyak Remaja Positif HIV
IDAI: Kasus Positif...
IDAI: Kasus Positif HIV pada Remaja akibat Seks Bebas Sesama Jenis Mulai Bermunculan
20 Warga Cimahi Terinfeksi...
20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS, Perilaku Seks Menyimpang Jadi Penyebab Utama
Gawat! 12 Ribu Warga...
Gawat! 12 Ribu Warga Jakarta Selatan Terjangkit HIV/AIDS
Ganjar Milenial Gelar...
Ganjar Milenial Gelar Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS bagi Anak Muda Jakarta
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
2 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
3 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
3 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
4 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved