Sumber Mata Air di Merapi Meningkat

Rabu, 09 September 2015 - 20:38 WIB
Sumber Mata Air di Merapi...
Sumber Mata Air di Merapi Meningkat
A A A
YOGYAKARTA - Dua mata air di lereng Merapi, yaitu Umbul Lanang dan Umbul Wadon, mengalami peningkatan tiga kali lipat saat ini dibandingkan pada musim hujan.

Meski kemarau diprediksi akan lebih panjang dibandingkan biasanya, warga yang tinggal di Hunian Tetap (Huntap), Kecamatan Cangkringan, Sleman, tidak perlu takut kekurangan pasokan air bersih.

Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Dhany Suryawan mengatakan, dua sumber air ini memang berbeda asalnya dibandingkan yang lainnya.

"Ketika sumber air lain di lereng Merapi debitnya berkurang di musim kemarau, tapi di Umbul Lanang dan Umbul Wadon malah meningkat tiga kali lipat," kata dia, Rabu (9/9/2015).

Dijelaskannya, peningkatan debitnya dari asal airnya. Yang mana, dari dapur magma Merapi yang panas bersinggungan dengan udara di sekitarnya di dalam tanah. Gas yang dihasilkan tersebut menjadi air. "Kejadiannya di dalam tanah," katanya.

Kemudian, karena tekanan udara di atas tanah rendah, maka air akan dengan mudah keluar ke permukaan. Berkebalikan ketika musim penghujan, yang tinggi tekanannya.

"Tapi kalau pada musim hujan, tekanan udara tinggi. Jadi air akan lebih sulit keluar ke permukaan. Kesimpulannya, Umbul Lanang dan Umbul Wadon, mata airnya berbeda dibandingkan sumber air dari lereng Merapi," ujarnya.

Meski ada dampak El Nino, yang mana kemarau diprediksi lebih panjang dari biasanya, warga lereng Merapi pun tak perlu khawatir. Terutama mereka yang memenuhi kebutuhan airnya dari dua sumber ini.

"Melimpah, tak perlu khawatir. Berapa meter kubiknya per detik saya lupa, tapi bisa sampai tiga kali lipat dibandingkan musim hujan," katanya.

Mereka yang menggunakan air dari dua sumber ini di antaranya warga yang direlokasi karena bencana erupsi Merapi, yaitu di Huntap Cangkringan.

"Banyak yang menggunakannya, warga yang tinggal di Huntap. Selain itu juga, diambil perusahaan air minum di Sleman dan Kota Yogyakarta juga," katanya.

Melimpahnya air untuk mencukupi kebutuhan selama kemarau panjang ini memang dirasakan oleh warga di Kecamatan Cangkringan. "Ya kalau kekeringan, tidak terasa di sini airnya melimpah," sambung Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan, Heri Suprapto.
(san)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
37 menit yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
40 menit yang lalu
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
1 jam yang lalu
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
1 jam yang lalu
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
3 jam yang lalu
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved