Jazz Salawat Semarakkan Jazz Ijen

Jum'at, 21 Agustus 2015 - 08:42 WIB
Jazz Salawat Semarakkan...
Jazz Salawat Semarakkan Jazz Ijen
A A A
BANYUWANGI - Festival Jazz Ijen di Kabupaten Banyuwangi tahun ini bakal dimeriahkan dengan Jazz Salawat yang dibawakan sejumlah musisi tradisional Banyuwangi.

Kemarin, kru Jazz Salawat yang berlatih dengan para pelantun salawat dan musik Kuntulan di aula Dinas Budaya dan Pariwisata. Sore kemarin, para musisi muda yang tergabung dalam Lalare Orkestra terlihat semangat berlatih memainkan lagu Lir Ilir dengan arahan dari komposer Sayun.

”Ini memang agak sulit bagi mereka karena notasinya baru dan dipadukan dengan jazz. Tapi saya salut. Meski sulit, anak-anak ini menurut saya cepat menangkap apa yang saya ajarkan. Mungkin karena masih muda ya, jadi daya tangkapnya lebih,” ujar Sayun. Jazz Ijen digelar Sabtu (22/8) besok di Tamansari Desa Jambu Licin dimeriahkan dengan penampilan Andre Hehanusa dan Kerispatih.

Dalam latihan tersebut, Lalare Orkestra langsung ber-kolaborasi dengan musik Kuntulan khas Banyuwangi. Suara perkusi dari gending Using berpadu dengan suara terbang dan kendang ala Kuntulan. ”Paduan ini memang bakal meriah, namun akan tetap kami hadirkan dalam bungkus musik jazz,” kata Sayun.

Bagi penggemar jazz, nama Sayun tidaklah asing. Dia pernah tampil dalam sejumlah ajang jazz nasional. Pada 2013, Sayun tampil bersama Djaduk Feriyanto pada Jazz Gunung Bromo dengan membawakan lagu-lagu tradisional Banyuwangi. ”Saya juga pernah bermain bareng Dwiki Dharmawan dalam HUT Kota Surabaya.

Di sana kami menampilkan lagu Semanggi Suroboyo, Jembatan Merah, dan Surabaya, kata Sayun. Latihan kemarin bahkan menarik perhatian dua wisatawan asing. Nina, perempuan asal Belanda, mengaku penasaran menyaksikan langsung asal alunan musik yang didengarnya unik.

Dia menilai musik yang dimainkan Sayun dan kawan-kawan sangat dinamis serta riang. ”Saya sangat terkesan. Musik ini bisa dimainkan bersamasama, saya pun tadi bisa spontan ikut memukul kendang ini. Ini menunjukkan bahwa musik adalah bahasa yang universal. Kita semua bisa dipersatukan dengan musik,” kata Simjon asal Jerman, rekan seperjalanan Nina di Indonesia.

P juliatmoko
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
30 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
40 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved