Limbah Misterius Cemari Kali Brangkal

Kamis, 20 Agustus 2015 - 09:19 WIB
Limbah Misterius Cemari...
Limbah Misterius Cemari Kali Brangkal
A A A
MOJOKERTO - Warga di sepanjang aliran Kali Brangkal mengeluhkan pencemaran air sungai. Tidak hanya berbau busuk, limbah misterius itu juga mengakibatkan ikan-ikan mati.

Pencemaran sungai ini berdampak bagi warga di sepanjang aliran sungai yang merupakan pecahan dari Kali Pikatan itu. Mulai Desa Brangkal, Daleman, Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, hingga di beberapa kelurahan di wilayah Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Beberapa wilayah kelurahan yang terdampak di antaranya Kelurahan Surodinawan, Sinoman, Miji, Pulorejo.

Ismaul Huda, warga Kelurahan Sinoman, mengatakan, sudah empat hari ini air sungai yang berada tepat di belakang rumahnya itu tercemar. Selain berwarna kehitaman, kondisi air juga berbusa, terutama di daerah bawah dam. Busa tebal terlihat di sepanjang sungai hingga Sungai Brantas. ”Baunya juga sangat menyengat. Selama saya tinggal di sini, kondisi air sungai tidak pernah seperti ini,” ungkap Huda kemarin.

Dia memperkirakan, limbah yang mencemari sungai ini berasal dari pabrik. Namun, di wilayah Kota Mojokerto tidak ada pabrik yang mengeluarkan limbah cair seperti ini. Dia yakin limbah itu merupakan kiriman dari arah hulu sungai. ”Yang jelas ini kiriman, bukan dari sekitar kelurahan ini. Sejak tercemar, banyak ikan yang mati. Warga tidak berani mengonsumsi ikan yang mati di sepanjang sungai karena dagingnya gembur. Biasanya warga sering memancing ikan di sungai ini,” katanya.

Warga menduga, limbah cair itu berasal dari buangan mobil truk tangki di Jalan Raya Brangkal. Sebab, di sepanjang arah hulu Sungai Brangkal, yakni Sungai Pikatan, juga tidak ada pabrik yang menghasilkan limbah cair. Selama ini sungai yang melintas dari Kecamatan Pacet, Gondang, dan Puri itu terbilang bersih. ”Mungkin saja limbahnya dibuang melalui mobil tangki,” ujarnya.

Selain terganggu dengan bau menyengat, warga juga tidak bisa memanfaatkan air sungai ini untuk kebutuhan sehari- hari. Menurutnya, ada banyak warga yang menggunakan air sungai untuk mencuci pakaian. Sebab, sebelum tercemar limbah, air sungai ini dianggap layak untuk mencuci pakaian. ”Kalau kondisinya seperti ini, tentu saja airnya tak lagi bisa dipakai untuk mencuci pakaian,” tukasnya.

Dia berharap pemerintah daerah segera mencari sumber limbah yang mencemari sungai ini. Jika dibiarkan, seluruh biota air di sungai tersebut akan mati. Selain itu, sungai yang berakhir di Kali Brantas itu juga tak akan bisa dimanfaatkan warga untuk mencuci dan irigasi. ”Harusnya pemerintah daerah segera turun tangan agar ini tak berlarut-larut,” tandasnya.

Sementara itu, warga di Desa Daleman, Kecamatan Sooko, juga merasakan akibat pencemaran ini. Mahmud, salah satu warga, mengungkapkan, biasanya air sungai ini dimanfaatkan warga untuk mencuci dan irigasi. Sejak tercemar, warga bahkan tidak berani menggunakan air ini untuk pengairan di lahan pertanian. ”Iya, sudah beberapa hari ini warnanya berubah dan baunya menyengat. Itu karena limbah,” ujar Mahmud.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Mojokerto Nur Hariadi mengaku belum mengetahui adanya pencemaran sungai di wilayahnya itu. Setelah ini pihaknya akan menerjunkan petugas untuk mengecek kondisi sungai. ”Secepatnya akan kami terjunkan untuk mengecek sejauh mana pencemarannya dan tindakan lanjutan,” kata Nur Hariadi.

Dia menduga, sumber pencemaran bukan berasal dari wilayahnya. Karena memang di wilayah Kota Mojokerto, terutama di sepanjang Sungai Brangkal, tidak ada pabrik. ”Itu (limbah) pasti kiriman. Setelah mengecek kondisinya, kami akan koordinasi juga dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Mojokerto. Kami nanti bersama-sama mengatasinya,” tandasnya.

Tritus julan
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
6 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
6 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
7 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
8 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
8 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
8 jam yang lalu
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved