Wisatawan Tak Terpengaruh Isu Buaya Lepas

Senin, 27 Juli 2015 - 10:26 WIB
Wisatawan Tak Terpengaruh...
Wisatawan Tak Terpengaruh Isu Buaya Lepas
A A A
BATU - Sejak akhir pekan kemarin, masyarakat di Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang, serta calon wisatawan dari Kota Surabaya, dihebohkan dengan informasi lepasnya dua ekor buaya dari sangkarnya di objek wisata Predator Fun Park (PFP) Kota Batu.

Informasi tentang lepasnya dua ekor buaya itu menyebar luas di media sosial. Sampai-sampai Kepolisian Resort Batu dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jatim turun tangan memastikan kebenarannya tersebut. Humas PFP Kota Batu Rendy Antok Sapto Prutanto menjelaskan, sejak awal buaya yang dipelihara di tempatnya berjumlah 111 ekor. Kemudian saat ini bertambah dua ekor lagi, yaitu hasil sumbangan dari masyarakat Kota Batu.

“Kemarin ada teman-teman LSM dari Kota Batu menyerahkan dua ekor buaya pada kami. Saat ini masih kami karantina. Mungkin masyarakat mengira dua ekor buaya itu milik PFP yang lepas. Padahal sejak Sabtu (25/7) siang jumlahnya tetap 111 ekor,” ujarnya. Dua ekor buaya sumbangan masyarakat panjangnya kirakira 40-50 cm. Saat diserahkan mulutnya terikat dengan isolasi. “Mulai Sabtu pagi, sekuriti, keeper kolam, polisi, dan tim BKSDA, mengecek jumlah buaya dalam sangkarnya. Jumlahnya tetap utuh 111 ekor. Dua ekor buaya sumbangan masyarakat diserahkan Sabtu (26/7) pukul 14.30 WIB,” kata dia.

Jenis buaya yang dipelihara di PFP antara lain buaya muara, buaya moncong, buaya nova, buaya albino, buaya caement, serta buaya putih. “Mereka kami pelihara di dalam 15 kolam. Jadi tidak mungkin lepas dari sangkarnya, karena pagar sangkar rangkap tiga dan tingginya 80 cm,” ujarnya. Ditambahkannya, walaupun dikabarkan ada buaya lepas dari sangkar, tidak menyurutkan animo masyarakat berlibur ke PFP. Saat libur Lebaran kemarin, wisatawan yang berkunjung di atas 2000 orang per hari.

Kepala Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Bambang Sumarto menambahkan, d iwilayahnya tidak terdapat aliran sungai besar seperti Sungai Brantas, apalagi muara sungai. Karena itu dipastikan dua buaya yang diberikan masyarakat kepada manajemen PFP bukan berasal dari Desa Tlekung.

“Di belakang PFP hanya ada satu aliran sungai kecil dari sumber mata air Kali Ampu. Biasanya yang ada di sungai bukan buaya, tapi bulus atau biawak. Kami tidak tahu dari mana asalnya dua ekor buaya yang diberikan pada manajemen PFP itu,” ucapnya.

Maman adi saputro
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved