Uang Jajan Kurang, Siswi Kelas 6 SD Jadi PSK Panggilan

Kamis, 23 Juli 2015 - 17:43 WIB
Uang Jajan Kurang, Siswi...
Uang Jajan Kurang, Siswi Kelas 6 SD Jadi PSK Panggilan
A A A
BANDUNG - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Netty Heryawan mengaku terkejut saat mendengar keterangan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol AR Yoyol bahwa ada siswi Kelas 6 SD di Bandung yang menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

"Waktu dialog ditanya si anaknya, kamu kenapa mau menjalani profesi ini. Kata anak itu, tanya saja sama ibu saya, berapa banyak dia memberikan uang setiap hari," kata Netty, saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/7/2015).

Menurutnya, perempuan terjun sebagai PSK dengan alasan ekonomi adalah hal klasik. "Tapi agak aneh anak Kelas 6 SD mencari kebutuhan uang saku yang lebih besar dengan cara melakoni profesi sebagai PSK anak," ungkapnya.

Dia menduga, ada penyebab lain yang mengakibatkan sang bocah nekat menjadi PSK. Hal itu bisa saja diakibatkan oleh penanaman nilai agama yang kurang dari orangtua atau ketertarikan sang bocah yang sangat kuat terhadap seks.

"Lingkungan ini boleh jadi nilai-nilai yang ditanamkan di televisi, dan akses anak terhadap media, kami belum bisa simpulkan. Yang jelas, alasan si anak uang jajan yang diberikan kurang," jelas Netty.

Untuk menjalani profesinya, bocah itu juga tergolong 'pintar'. Dia punya handphone khusus yang nomornya khusus dipakai untuk transaksi. Bahkan, sang anak punya ojek langganan yang mengantarnya menemui pelanggan.

Tak hanya itu, di sela waktu luangnya, sang bocah juga melayani tukang ojek langganannya. Kini, sang bocah sudah dibawa oleh orangtuanya. Orangtuanya ingin mendidik sang anak agar tidak terus berprofesi sebagai PSK.

Berkaca dari hal tersebut, Netty menyebut pentingnya peran orangtua dalam mendidik anak. Tak hanya itu, masyarakat hingga teman-temannya juga punya peran penting menjaga agar anak tidak terjerumus dalam dunia hitam.

Selain kasus itu, Netty juga menyebut ada beberapa kasus lain yang menimpa anak-anak. Salah satu yang marak terjadi adalah kekerasan terhadap anak.

Dia mengajak publik untuk semakin peka dan melindungi anak-anak. Jangan sampai masa kecil mereka terenggut begitu saja, apalagi sampai menjalani kehidupan yang kelam.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
44 menit yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
2 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
4 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
7 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved