Polisi Bantah Siswa SMP yang Tewas di Garut karena Miras
Kamis, 09 Juli 2015 - 15:15 WIB
Polisi Bantah Siswa SMP yang Tewas di Garut karena Miras
A
A
A
GARUT - Aparat kepolisian di Kabupaten Garut membantah bila dua siswa SMP dilarikan ke RSUD dr Slamet Garut merupakan korban miras oplosan.
Kasat Reskrim Polres Garut AKP Esti Prasetyo mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, korban yang tewas di rumah sakit itu disebabkan oleh penyakit ayan yang dideritanya.
"Kasus kematian korban di rumah sakit itu ditangani oleh Polsek Garut Kota. Sat Reskrim Polres Garut tidak menanganinya. Berdasarkan laporan yang saya terima dari Kapolsek, bukan karena miras. Tapi karena sakit ayan," kata Esti, Kamis (9/7/2015). (Baca: Siswa SMP di Garut Tewas Usai Pesta Miras Oplosan)
Dia mengatakan, keterangan penyakit ayan yang diderita oleh korban tewas (FA), diperoleh dari hasil visum, keterangan dokter, dan surat keluarga.
"Surat-surat keterangan dokter, keluarga, dan hasil visum ada di Mapolsek Garut Kota. Silakan merapat ke sana. Kami tidak menangani kasus tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, Humas RSUD dr Slamet Garut Ade Sunarya, mengatakan dua siswa SMP yang dilarikan ke rumah sakit, pada Selasa 7 Juli 2015 malam, disebabkan karena menenggak miras.
Dua korban ini adalah FA (15), warga Jalan Bratayudha, dan BB (15), warga Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota.
"FA tewas pada Rabu 8 Juli 2015. Sementara BB hanya dirawat intensif saja. BB sudah diperbolehkan pulang hari ini. Dari penuturan BB, mereka dilarikan ke rumah sakit karena sebelumnya menenggak miras yang diduga oplosan," jelasnya.
Ade mengatakan, kadar miras yang diminum FA lebih banyak bila dibandingkan dengan BB. Karena itulah, kondisi FA kritis.
"FA waktu dibawa ke sini sudah tidak sadarkan diri. Dia dalam keadaan koma. Setelah mendapat pertolongan intensif di IGD, nyawanya tidak tertolong," pungkasnya.
Kasat Reskrim Polres Garut AKP Esti Prasetyo mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, korban yang tewas di rumah sakit itu disebabkan oleh penyakit ayan yang dideritanya.
"Kasus kematian korban di rumah sakit itu ditangani oleh Polsek Garut Kota. Sat Reskrim Polres Garut tidak menanganinya. Berdasarkan laporan yang saya terima dari Kapolsek, bukan karena miras. Tapi karena sakit ayan," kata Esti, Kamis (9/7/2015). (Baca: Siswa SMP di Garut Tewas Usai Pesta Miras Oplosan)
Dia mengatakan, keterangan penyakit ayan yang diderita oleh korban tewas (FA), diperoleh dari hasil visum, keterangan dokter, dan surat keluarga.
"Surat-surat keterangan dokter, keluarga, dan hasil visum ada di Mapolsek Garut Kota. Silakan merapat ke sana. Kami tidak menangani kasus tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, Humas RSUD dr Slamet Garut Ade Sunarya, mengatakan dua siswa SMP yang dilarikan ke rumah sakit, pada Selasa 7 Juli 2015 malam, disebabkan karena menenggak miras.
Dua korban ini adalah FA (15), warga Jalan Bratayudha, dan BB (15), warga Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota.
"FA tewas pada Rabu 8 Juli 2015. Sementara BB hanya dirawat intensif saja. BB sudah diperbolehkan pulang hari ini. Dari penuturan BB, mereka dilarikan ke rumah sakit karena sebelumnya menenggak miras yang diduga oplosan," jelasnya.
Ade mengatakan, kadar miras yang diminum FA lebih banyak bila dibandingkan dengan BB. Karena itulah, kondisi FA kritis.
"FA waktu dibawa ke sini sudah tidak sadarkan diri. Dia dalam keadaan koma. Setelah mendapat pertolongan intensif di IGD, nyawanya tidak tertolong," pungkasnya.
(nag)