Urai Kemacetan Mudik Lebaran, Pasar Tumpah Diminta Tertib

Kamis, 09 Juli 2015 - 09:06 WIB
Urai Kemacetan Mudik...
Urai Kemacetan Mudik Lebaran, Pasar Tumpah Diminta Tertib
A A A
YOGYAKARTA - Pasar tumpah menjadi satu tempat titik kemacetan arus lalu lintas, termasuk di Yogyakarta. Untuk itu, kepolisian mengandeng banyak pihak, seperti kepala daerah supaya diteruskan ke dinas pengelola pasar untuk menertibkan area pasar tumpah selama arus mudik lebaran mulai H-7 hingga H+7.

Tujuannya, supaya badan jalan yang dipergunakan sebagai area transaksi jual beli pedagang maupun sebagai lahan parkir bisa lebih ditertibkan.

Artinya, jalan yang fungsi utama untuk perlintasan dapat berfungsi maksimal tanpa ada penghalang yang bisa membuat kemacetan.

Direktur Lalulintas Polda DIY Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamuji menyebutkan memang banyak tempat yang menjadi sentral titik kemacetan.

Pihaknya berupaya untuk mengurai titik-titik kemacetan itu dengan mengandeng pihak lain untuk memperkecil area kemacetan tersebut.

"Titik titik kemacetan banyak, pasar tumpah salah satunya. Kita rekomendasikan bupati dan walikota diteruskan ke jajaran dibawahnya untuk bersama-sama mengatur supaya area jalan difungsikan optimal untuk mengurai kemacetan," kata Tulus, Kamis (9/7/2015).

Pasar tumpah itu sendiri tersebar menyeluruh di Daerah Istimewa Yogyakarta. Empat kabupaten (Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo) serta satu Kota Yogyakarta tak lepas dari adanya pasar tumpah. "Semua kabupaten/kota ada pasar tumpah," ujarnya.

Pasar tumpah itu diprediksi akan mengalami peningkatan seiring mendekati waktu Lebaran tiba.

Sementara saat hari H Lebaran biasanya sedikit lengang mengingat banyak pedagang maupun pembeli melakukan ibadah perayaan Idul Fitri bagi umat muslim.

Meski pasar tumpah hanya memiliki waktu tertentu seperti pagi atau dini hari, namun dengan volume penguna jalan yang meningkat membuat waktu perjalanan bertambah.

Sebagaimana diketahui, banyak lokasi pasar tumpah di Yogyakarta, seperti di wilayah Kranggan, Gamping, Prambanan, Umbulharjo, dan lainnya.

Jalan yang seharusnya bisa dilalui dengan lancar harus tersendat karena adanya aktivitas perekonomian masyarakat di pinggir jalan tersebut.
(sms)
Berita Terkait
Puncak Arus Mudik dan...
Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 di 4 Tanggal Kritis Ini
H-7 Lebaran, Arus Lalu...
H-7 Lebaran, Arus Lalu Lintas di Tol Pemalang-Batang Mulai Ramai Pemudik
Puncak Arus Mudik Lebaran...
Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi pada 28-30 Maret 2025
Puncak Arus Mudik di...
Puncak Arus Mudik di Terminal Diprediksi Terjadi 8 April 2024
Tembus 241.584 Kendaraan,...
Tembus 241.584 Kendaraan, Tol Solo-Yogyakarta Catat Lonjakan Lalin Tertinggi di Lebaran 2026
Jalur Selatan Nagreg...
Jalur Selatan Nagreg Padat Merayap, Puncak Arus Mudik Diprediksi Hari Ini
Berita Terkini
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
1 jam yang lalu
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
4 jam yang lalu
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
5 jam yang lalu
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
12 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
13 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved