Risma Mundur sebagai PNS

Kamis, 09 Juli 2015 - 07:34 WIB
Risma Mundur sebagai...
Risma Mundur sebagai PNS
A A A
SURABAYA - DPP PDIP resmi memberikan rekomendasi kepada pasangan Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana untuk maju sebagai calon wali kota (cawali) dan wakil wali kota (cawawali) untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 9 Desember.

Atas rekomendasi itu, Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini, menyatakan mundur dari statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sebagaimana diatur Undang-Undang. Rekomendasi bernomor 275/DPP/- in/6/2015 itu diberikan saat acara Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDIP di Gedung Wanita Kalibokor kemarin. Pada kesempatan itu, Risma juga mendapat kartu tanda anggota (KTA) PDIP yang diberikan langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristyanto.

”Ini berat (maju jadi cawali), tapi ini adalah amanah,” ujar Risma mengenakan baju merah berlogo PDIP. Soal mundur dari PNS, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini mengaku sudah melakukannya sejak sebulan lalu. Keputusan itu diambil karena dia tertarik beraktivitas di luar pemerintahan. Bahkan, terkadang perempuan asal Kediri juga mendapat undangan dari sejumlah perguruan tinggi untuk menjadi dosen tamu.

”Bukan siap atau tidak siap, tapi sekali lagi ini adalah amanah. Sebab, kalau saya nanti terpilih, saya harus menanggung nasib 2,8 juta warga Surabaya. Nanti ketika terpilih saya akan tetap utamakan kesejahteraan warga,” ujarnya. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (Jatim) Kusnadi mengatakan, rekomendasi pasangan Risma-Wisnu sebenarnya sudah terima dua minggu lalu. Tetapi, rekomendasi itu harus disampaikan pada saat rakercabsus. Rekomendasi diturunkan kepada Risma setelah yang bersangkutan mengikuti uji kelayakan yang digelar partai pada 8 Juni lalu.

Menurut dia, setelah mempelajari perkembangan politik di Surabaya dan demi kepentingan partai secara umum, partai menetapkan Risma dan Wisnu untuk menjadi cawali dan cawawali periode 2015–2020.

”Setelah rekomendasi ini turun, kami minta agar segera mendaftarkan pasangan ini ke KPU. DPP juga menginstruksikan seluruh jajaran partai untuk bersama-sama mengamankan dan memperjuangkan untuk terpilihnya pasangan ini,” katanya. Sekjen DPP PDIP Hasto Kristyanto mengatakan, pada 21 Juli nanti pihaknya akan mengadakan sekolah untuk para calon kepala daerah angkatan kedua. Dalam acara ini, DPP meminta Risma memberikan kuliah umum. Harapannya, keberhasilan Risma dalam memimpin Kota Surabaya bisa ditiru calon kepala daerah lain.

”Sekolah ini menjadi solusi untuk mempersiapkan kepala daerah yang baik. Setelah para calon kepala daerah ini mengikuti sekolah partai, mereka harus terjun langsung ke rakyat untuk menyerap aspirasi. Dari aspirasi itu akan menjadi kebijakan,” paparnya.

Kader Wajib Mendukung

Sementara itu, DPC PDIP Kota Surabaya membantah kabar adanya dua tim sukses atau pemenangan cawali dan cawawali Kota Surabaya. ”Seluruhnya di bawah satu gugus PDIP sebagai pemimpin gerakan,” kata Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono. Menurut dia, pascadibacanya rekomendasi pasangan cawali dan cawawali Surabaya, seluruh kader PDIP wajib mendukung dan menjalankan amanah itu.

Dia mengingatkan, jika ada kader PDIP yang diusung oleh partai lainnya, dipastikan akan dikenai sanksi. ”Akan ada tindakan organisasi. Tidak boleh kader PDIP dicalonkan partai lain,” ungkapnya. Adi menambahkan, pihaknya akan menyelesaikan seluruh persyaratan pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota. ”Kami memastikan sebelum mudik Lebaran seluruhnya selesai,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini mengatakan, pihaknya mempunyai waktu 22–25 Juli untuk persiapan melengkapi persyaratan calon sebelum pendaftaran di KPU pada 26–28 Juli 2015.

Lukman hakim
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved