Serangan Jantung, TKI Asal Majalengka Meninggal di Arab Saudi

Jum'at, 26 Juni 2015 - 19:00 WIB
Serangan Jantung, TKI...
Serangan Jantung, TKI Asal Majalengka Meninggal di Arab Saudi
A A A
MAJALENGKA - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Majalengka meninggal dunia di Riyadh, Arab Saudi. Jenazahnya dipulangkan pada Kamis (25/6/2015) malam dan dikebumikan Jumat (26/6/2015).

TKI itu bernama Adi Suradi (57), warga Blok Manis RT 02 RW 01, Desa Surawangi, Kecamatan Jatiwangi.

Kasie Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Majalengka Sianturi menjelaskan, berdasarkan keterangan istri Adi, Juju (50), yang juga sama-sama bekerja di Riyadh, Adi meninggal pada 13 Juni 2015 akibat serangan jantung.

Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 23.30 WIB menggunakan ambulans milik TNI AU Lanud Sugiri Sukani.

"Kabar meninggalnya TKI asal Majalengka, atas nama Adi Suradi pada Rabu siang, sehari sebelum jenazahnya tiba di rumah duka dari pihak BNP2TKI," katanya.

Menurut Yayan, pasangan suami istri itu telah 17 tahun bekerja di Riyadh dengan majikan yang sama. Namun, setiap dua tahun sekali pulang ke kampung untuk mengurus paspor dan visa mereka.

Juju sudah mengaku lupa perusahaan pengerah jasa tenaga kerja yang memberangkatkannya. Karena, dia hanya sekali diberangkatkan melalui PJTKI, setelah itu mereka pulang pergi bekerja di Riyadh tanpa melalui PJTKI.

"Kalau Juju bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan suaminya yang meninggal almarhum Adi bekerja sebagai sopir," tuturnya.

Ketika ada musibah, mereka tanpa difasilitasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BPN2TKI) karena keberadaannya tidak tercatat. Pihak BNP2TKI hanya menjemput di bandara setelah ada pemberitahuan dari KBRI di Riyadh.

Sianturi menambahkan, pihaknya saat ini tengah berupaya mengumpulkan dokumen menyangkut korban dan ahli warisnya guna pengurusan asuransi yang diharapkan pihak keluarga.

"Kami masih mengkaji apakah mereka membayar premi asuransi ketika keberangkatannya ke sana atau tidak. Bila membayar premi selama bekerja mungkin asuransi bisa diterima keluarga, sebaliknya bila tidak membayar asuransi maka akan sulit memperolehnya," ungkapnya.

Sementara itu, istri Adi, Juju belum bersedia dimintai keterangan apa pun menyangkut suaminya tersebut. Belum diketahui pula apakah sepeninggal suaminya, Juju akan berangkat lagi bekerja menjadi TKI atau tidak.
(zik)
Berita Terkait
Diduga Dibunuh, TKI...
Diduga Dibunuh, TKI Tewas di Kamar Kontrakan di Malaysia
Ungkap Kasus TKI Ilegal,...
Ungkap Kasus TKI Ilegal, Polri Kerjasama dengan PDRM dan Imigrasi Malaysia
TKI Asal Asahan Ditemukan...
TKI Asal Asahan Ditemukan Tewas di Malaysia, Korban Pembunuhan?
7 TKI Ilegal Tewas Tenggelam,...
7 TKI Ilegal Tewas Tenggelam, Pemilik Kapal Maut Ditangkap
Ngeri! TKI Tewas Diberondong...
Ngeri! TKI Tewas Diberondong Tembakan Kawanan Maling di Malaysia
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
3 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
9 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
11 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
11 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved