Hindari Jalur Tengah karena Bisa Macet Total

Kamis, 25 Juni 2015 - 09:37 WIB
Hindari Jalur Tengah...
Hindari Jalur Tengah karena Bisa Macet Total
A A A
SURABAYA - Pemudik asal Jawa Timur yang akan pulang ke Jawa Tengah, Yogyakarta, atau Jakarta, disarankan menghindari jalur tengah, Nganjuk-Madiun.

Jalan Raya Caruban yang menghubungkan Kabupaten Madiun-Kabupaten Nganjuk adalah titik rawan kemacetan terpanjang. “Kami imbau khususnya kepada pemudik yang nanti mengarah ke Jawa Tengah, Solo, Klaten, atau Yogyakarta, untuk tidak melewati jalur lintas tengah karena rawan macet parah,” ujar Kadishub dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi, kemarin.

Kemacetan parah paling rawan ada di jalur Nganjuk-Caruban akibat beberapa faktor antara lain ada dua perlintasan kereta api serta jalan yang berkelok- kelok dan menyempit. “Lintas tersebut merupakan jalur utama yang belum ada jalan alternatifnya, kata dia. Ia mengimbau pemudik sebisa mungkin menghindari jalur mulai dari Guyangan Nganjuk sampai Caruban Madiun daripada terjebak macet berjam- jam sehingga lebih baik cari jalan lain.

Jalan alternatif bisa dari Nganjuk menuju ke Bojonegoro dan Tuban. Sebagai solusi bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang ingin ke Jateng bisa melalui jalur Pantai Utara, yakni melintasi Lamongan, Bojonegoro, Ngawi lalu ke Jawa Tengah. “Jika dibandingkan lintas tengah Nganjuk-Madiun- Ngawi ke Jateng dengan Lamongan-Bojonegoro-Ngawi, jarak tempuhnya memang bertambah 11 kilometer.

Tapi jalur pantura ini lebih efisien daripada macet berjam-jam,” katanya. Begitu pula dengan masyarakat Malang, Blitar, dan sekitarnya. Jika ingin ke Jateng juga disarankan lewat Ponorogo- Ngawi tembus ke Wonogiri. Berdasarkan pengalaman, setiap mudik Lebaran dipastikan macet parah di jalur Nganjuk- Caruban. Kendati demikian, jalur Pantura Gresik bukan tanpa kendala. Sebab di sejumlah titik masih ada pembangunan tiga jembatan, yaitu Jembatan Manyar, Jembatan Tambak Ombo, serta Jembatan Sembayat.

Selain itu, di jalur Lamongan juga masih ada kendala penyempitan jalan yang terjadi di Duduk Sampean dari empat lajur menjadi dua lajur serta Pasar Babat masih akan menjadi titik kemacetan. “Tapi jalur pantura memiliki jalur alternatif, misalnya menghindari pembangunan tiga jembatan, maka masih ada jalur alternatif melalui simpang Sukodadi maupun simpang Drajat Paciran,” ucapnya. Pantauan di lapangan, jalur mudik di Kabupaten Madiun dipastikan masih dalam kondisi mulus pada arus mudik dan balik nanti.

Sejumlah ruas jalan nasional, jalan provinsi, maupun jalan kabupaten, terpantau baik. Beberapa kerusakan memang terjadi, namun tidak begitu berarti dan tidak akan mengganggu pengendara bila selalu waspada dan berhatihati. Saat ini jalan kabupaten yang menjadi jalur mudik di Kabupaten Madiun hanya ruas Bajulan-Kaligunting sepanjang 8,575 km.

Jalur ini cukup mulus karena perbaikannya telah dilakukan pada Mei lalu. “Kalau dua tiga tahun lalu mungkin masih banyak lubang. Kalau saat ini dijamin mulus. Sudah selesai kami perbaiki pada Mei lalu,” ungkap Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUBMCK Kabupaten Madiun, Widodo.

Sementara salah satu ruas jalan yang bisa dijadikan alternatif dari Madiun menuju Ngawi, yaitu Balerejo-Moneng, jalannya tampak berlubang-lubang. “Tidak mungkin diaspal, akan selalu berlubang karena tanahnya labil,” kata Widodo.

Ihyaulumuddin/ dili eyato/ant
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
19 menit yang lalu
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
1 jam yang lalu
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
2 jam yang lalu
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
3 jam yang lalu
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
3 jam yang lalu
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved