KRI 2015 Diharapkan Jadi Wisata Teknologi

Kamis, 11 Juni 2015 - 08:31 WIB
KRI 2015 Diharapkan...
KRI 2015 Diharapkan Jadi Wisata Teknologi
A A A
YOGYAKARTA - Rangkaian pelaksanaan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2015 akan dimulai hari ini (Kamis, 11/6). Sebagai tuan rumah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berharap KRI 2015 bisa menjadi tujuan wisata teknologi bagi masyarakat DIY dan sekitarnya.

“Kami telah berupaya agar ajang nasional bidang robotika ini bisa berjalan lancar hingga penutupan Minggu (14/6) mendatang. Karena kami adakan di Sportorium UMY yang mampu menampung hingga 2.500 penonton. Kami memang ingin ajang ini jadi wisata teknologi bagi masyarakat. Ini juga sebagai bukti jika putra bangsa kita juga mampu mengembangkan robotik di Indonesia,” papar Ketua Pelaksana KRI 2015 Slamet Riyadi MSc PhD, kemarin.

Kepada KORAN SINDO di sela-sela persiapan akhir KRI 2015, Slamet Riyadi mengatakan, penonton umum diperbolehkan menyaksikan penuh KRI yang pertandingannya diselenggarakan Sabtu dan Minggu (13–14/6) ini. Tiket masuk bisa didapatkan di depan Sportorium UMY pada hari H. Untuk harga tiket sendiri Rp30.000 per orang jika penonton ingin menyaksikan KRI 2015 sehari saja.

“Untuk yang ingin menyaksikan selama dua hari penuh, kami menyediakan tiket terusan seharga Rp50.000,” katanya. Pada hari ini sebagai pembuka rangkaian KRI 2015 diselenggarakan Indonesian SymposiumRobotSoccerCompetitiondi Gedung Fachruddin UMY. Simposium sendiri diikuti oleh peserta KRI 2015 dan peserta lain yang telah mengirimkan artikel terkait robot sepak bola.

“Dalam simposium ini, semua yang berkaitan dengan robot soccer akan dibahas. Tidak hanya itu, telah disediakan pula sesi panel di mana tiap peserta simposium akan membagikan pengetahuan, pengalaman, teknologi, temuan riset hingga strategi tentang robot soccer masing-masing,” katanya.

Dalam simposium tersebut juga terdapat dua pemapar utama yakni Prof Adang Suwandi dari ITB dan Prof Mauridi dari ITS. Keduanya telah dikenal sebagai pakar yang mumpuni dalam bidang robotika. Sementara itu, UMY telah menetapkan Wayang Bambangan sebagai logo resmi KRI 2015. Ketua I Penyelenggara KRI Ir Tony K Hariadi MT mengatakan, pemilihan wayang Bambangan sebagai logo resmi dikarenakan makna kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Logo tersebut terinspirasi dari seni tari Bambangan-Cakil yang merupakan salah satu kesenian wayang tradisional Jawa, khususnya Jawa Tengah yang cukup dikenal masyarakat luas. “Seni tari yang menceritakan tentang perang antara kesatria Bambangan melawan raksasa yang disebut Cakil ini merupakan tari perang yang indah.

Makna yang terkandung di dalamnya sendiri adalah segala bentuk kejahatan dan keangkaramurkaan pasti kalah dengan kebaikan,” ujar Slamet Riyadi. Untuk logo KRI 2015 ini, gambar kepala Bambangan dibentuk layaknya robot berwarna emas. Logo dibuat seperti robot, tak lain karena UMY ingin memadukan antara unsur seni tradisional dengan teknologi.

Kepala wayang Bambangan itu juga menunjukkan wayang yang masih muda karena peserta KRI merupakan generasi muda Indonesia. Warna emas yang menjadi warna keseluruhan dari kepala wayang Bambangan tersebut memiliki arti sebagai visi yang tinggi dan jauh ke depan. “Sedangkan untuk maskotnya sendiri, kami masih akan menggunakan Prajurit Lombok Abang. Tapi dibentuk secara mekanik seperti robot.

Ini juga untuk mengenalkan pada peserta KRI 2015 tentang budaya Yogyakarta, khususnya keberadaan Prajurit Lombok Abang serta mengenalkan pada mereka bahwa budaya tradisional itu juga bisa disandingkan bersama dengan teknologi,” paparnya. KRI 2015 diikuti oleh 385 peserta dari seluruh universitas di Indonesia.

KRI 2015 memiliki empat kategori lomba, yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), dan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI).

Ratih keswara
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
26 menit yang lalu
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
33 menit yang lalu
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
42 menit yang lalu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
59 menit yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
1 jam yang lalu
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved