Anggota TNI AU Tewas, Denpom Surakarta Periksa 17 Saksi

Rabu, 03 Juni 2015 - 19:34 WIB
Anggota TNI AU Tewas,...
Anggota TNI AU Tewas, Denpom Surakarta Periksa 17 Saksi
A A A
SOLO - Detasemen Polisi Militer (Denpom) 4/IV Surakarta memeriksa 17 saksi dalam kasus keributan yang menewaskan anggota TNI AU Serma Zulkifli. Mereka diperiksa seputar keributan yang mengakibatkan tiga anggota TNI AU lainnya terluka.

Komandan Denpom 4/IV Surakarta Letkol (CPM) Witono mengemukakan, kasus yang terjadi di area parkir Karaoke Bima di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (31/5/2015) dini hari itu masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Tercatat ada 17 saksi yang akan menjalani pemeriksaan. 13 Di antaranya tengah menjalani pemeriksaan di markas Denpom 4/IV Surakarta di Jalan Arifin Solo.

"Kalau waktunya cukup hari ini saksi akan diperiksa semua," kata Witono kepada para wartawan di Markas Denpom 4/IV Surakarta, Rabu (3/6/2015).

Namun, jika tidak cukup maka pemeriksaan akan dilanjutkan hari berikutnya. Para saksi yang diperiksa, empat di antaranya merupakan karyawan karaoke Bima.

Jumlah karyawan yang diperiksa dimungkinkan bisa bertambah. Selain itu, tiga anggota TNI AU juga telah dimintai keterangan dan jumlahnya kemungkinan juga bisa bertambah. Para saksi itu diduga mengetahui ketika berlangsungnya keributan.

Selain meminta keterangan para saksi, Denpom juga telah mengamankan CCTV di karaoke Bima sebagai bahan pemeriksaan. Namun ia enggan membeberkan hasil rekaman CCTV secara detail karena masih dalam tahap pengembangan.

Apabila ditemukan barang bukti di luar CCTV, hal itu bisa menjadi bahan pemeriksaan.

Sementara, lima anggota Kopassus yang telah ditetapkan tersangka adalah Serda SU, Pratu HE, Pratu DE, Serda GS, dan Pratu LS. Mereka telah ditahan di Markas Denpom pascaperistiwa yang terjadi.

Hasil pemeriksaan, keributan yang terjadi bukan karena masalah kesatuan atau dendam, melainkan murni masalah pribadi karena jiwa muda yang tidak terkontrol. "Gara-gara senggolan," ujarnya.

Diperkirakan, masing-masing pihak tidak bisa mengendalikan diri hingga akhirnya terjadi keributan.

Baca juga: Lima Anggota Kopassus Resmi Tersangka.
(zik)
Berita Terkait
Sopir di Makassar Dikeroyok...
Sopir di Makassar Dikeroyok Karena Dituduh jadi Informan Polisi
Warga Bajoe Diduga Jadi...
Warga Bajoe Diduga Jadi Korban Pengeroyokan 3 Oknum TNI
Keroyok Petugas Tol...
Keroyok Petugas Tol saat Antar Jenazah, Empat Pria Diamankan Polisi
Kasus Pengeroyokan Remaja...
Kasus Pengeroyokan Remaja di Dalam Warnet Berujung Damai
Pemuda di Makassar Dikeroyok...
Pemuda di Makassar Dikeroyok 5 Bersaudara Hingga Jarinya Putus
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan...
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan Relawan Ganjar-Mahfud oleh Oknum TNI di Boyolali
Berita Terkini
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
33 menit yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
2 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
12 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
14 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
14 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
15 jam yang lalu
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved