Sektor Pendidikan Rawan Korupsi

Rabu, 27 Mei 2015 - 09:28 WIB
Sektor Pendidikan Rawan...
Sektor Pendidikan Rawan Korupsi
A A A
GUNUNGKIDUL - Sektor pendidikan menjadi salah satu titik kerawanan terjadinya korupsi.

Plt Pimpinan KPK Johan Budi SP menjelaskan, dengan anggaran bidang pendidikan yang cukup besar, harus diikuti dengan pengelolaan anggaran yang akuntabel. “Kami berharap penyelenggaraan pendidikan tidak melanggar aturan,” ucapnya saat menjadi keynote speaker, deklarasi Daerah Cerdas berintegritas di gedung Pemkab Gunungkidul, kemarin. Setidaknya kata dia, lebih dari 20% dana APBD disalurkan ke sektor pendidikan.

Hal ini harus bisa dimanfaatkan oleh pengguna anggaran sehingga peruntukannya menjadi jelas dan sesuai dengan koridor hukum. Dengan sistem pengawasan anggaran, maka upaya untuk mencerdaskan generasi bangsa bisa terus dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Untuk kampanye pencegahan dan pemberantasan korupsi di bidang pendidikan di DIY, Kabupaten Gunungkidul dan Kota Yogyakarta dipilih menjadi pilot project untuk deklarasi Daerah Cerdas Berintegritas ini. ”Ada tujuh kabupaten se-Indonesia yang dijadikan pilot project Daerah Cerdas Berintegritas ini. Di DIY, dipilih Gunungkidul dan Kota Yogyakarta,” kata Johan Budi.

Tujuh kabupaten yang menjadi pilot project ini adalah Gunungkidul, Kota Yogyakarta, Kupang, Malang, Bandung, Cimahi, dan Bengkulu. Dilanjutkan Johan Budi, guna meminimalisasi perilaku korupsi, termasuk gratifikasi, diharapkan masing-masing daerah atau kabupaten membuat unit pengendalian gratifikasi (UPG).

Lembaga di bawah inspektorat ini bertugas untuk mencatat semua gratifikasi untuk dilaporkan ke KPK. ”Nanti kemudian muncul standar kelayakan pemberian, apakah masuk conflict of interest(COI) atau tidak,” ucap mantan juru bicara KPK ini.

Dengan hal ini maka masingmasing daerah memiliki standar berbeda untuk kelayakan bentuk pemberian. “Ya kalau pakai standar umum yang bisa diterima adalah Rp500.000. Namun itu tergantung daerah, selebihnya ya disita negara,” beber dia.

Sementara, Bupati Gunungkidul Badingah berjanji akan menguatkan fungsi inspektorat. Dengan demikian pengawasan kinerja aparatur termasuk administrasi anggaran akan diawasi secara ketat. “Pengawasan harus terus kami tingkatkan. Selain itu juga pendidikan moral bagi aparatur di daerah sehingga bisa memerangi korupsi,” ucapnya.

Dia pun berjanji akan segera membuat unit pengendalian gratifikasi seperti yang dihimbau KPK. Wakil Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono mengaku di Kota Yogyakarta, UPG ini sudah terbentuk.

Dengan mekanisme anggaran yang ketat, lembaga tersebut memang bertugas untuk melakukan pengawasan atas anggaran yang digunakan. “Anggaran kami terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini diperkuat dengan pengawasan melekat melalui UPG,” ucapnya.

Suharjono/ mg
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
10 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
21 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
30 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
3 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved