Serangan Kerajaan Sunda ke Majapahit Usai Perang Bubat dan Prasasti Horren

Selasa, 26 Februari 2019 - 05:49 WIB
Serangan Kerajaan Sunda...
Komplek Candi Cetho di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar yang dibangun pada akhir masa kejayaan Kerajaan Majapahit pada abad ke-15 Masehi. Foto Dok Koran SINDO
A A A
ADA sebuah prasasti yang ditemukan di Kediri selatan. Dinamakan Prasasti Horren yang ditemuka persisnya di Kecamatan Campur Darat, Tulungagung, Jawa Timur.

Prasasti Horren adalah prasasti yang tertulis di atas lembar keping tembaga dengan ukuran panjang 32,6 cm, lebar 10,6 cm. Dalam Prasasti itu tertulis mengenai serangan Kerajaan Sunda yang melulu lantakan Horren yang kala itu merupakan permukiman penting di wilayah yang sekarang termasuk Provinsi Jawa Timur.

Menurut seorang peneliti Belanda, WF Stutterheim yang dikutif dari www.historyofcirebon.id, prasasti ini diduga berasal dari zaman Majapahit. Stutterheim menduga prasasti ini dibuat pascaperistiwa Bubat tepatnya pada 1357 Masehi. Dia berpandangan bahwa selepas peristiwa Perang Bubat Kerajaan Sunda sebenarnya melakukan serangan ke Majapahit.

Hal ini dia simpulkan berdasarkan petikan kalimat dalam prasasti yang berbunyi, 'ring kaharadara. nguniweh an dadyan tumangga-tangga datang nikanang çatru sunda' yang maksudnya 'tentang kerusakan yang tiba-tiba; lagi pula secara mendadak datanglah musuh (dari) Sunda'. Selain itu dia berpendapat gaya bahasanya dianggap gaya bahasa era Majapahit.

Dimana serangan yang dilakukan Kerajaan Sunda pada Majapahit tersebut dilakukan dengan teknik senyap, dan langsung menyasar pada jantung Ibukota Majapahit. Mengingat tentara Sunda mendarat dengan tiba-tiba di Horren, yaitu di wilayah utara Kediri yang letaknya tidak terlampau jauh dari Ibukota Kerajaan Majapahit (Trowulan).

Namun oleh beberapa peneliti lainnya hal ini dibantah dimana mereka beranggapan jika serangan oleh Kerajaan Sunda dilakukan pada zaman Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan (abad XI Masehi).

Namun jika memang Prasasti itu dibuat pada jaman Majapahit tepatnya setelah peristiwa Perang Bubat, maka akan ditemukan jawaban mengenai alasan kenapa Sunda menggempur Majapahit.

Akan tetapi sebaliknya, jika Sunda menggempur wilayah Jawa Timur yang kala itu diperintah oleh Airlangga, maka sepertinya tidak ada alasan melakukan penyerbuan, mengingat Kerajaan Kahuripan yang didirikan Airlangga itu tidak pernah berurusan dengan Kerajaan Sunda. Prasasti ini kini disimpan di Museum Sonobudoyo, Kota Yogyakarta.
(vhs)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
4 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
5 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
5 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
6 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
7 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved