Bupati Kudus Nonaktif HM Tamzil Divonis 8 Tahun Penjara

Senin, 06 April 2020 - 15:42 WIB
Bupati Kudus Nonaktif...
Bupati Kudus Nonaktif HM Tamzil divonis 8 tahun penjara atas kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Kudus. FOTO/Dok.SINDOnews/AHMAD ANTONI
A A A
Bupati Kudus Nonaktif HM Tamzil divonis delapan tahun penjara atas kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Tamzil juga harus membayar denda sebesar Rp250 juta jika tidak mampu membayar, maka harus diganti dengan kurungan empat bulan penjara.

Vonis tersebut terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Sebelumnya, jaksa menuntut HM Tamzil dijatuhi pidana pokok berupa pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp250 juta.

Seperti diketahui, HM Tamzil dan Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto bersama sejumlah pejabat Pemkab Kudus tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 26 Juli 2019 lalu.

"Terdakwa HM Tamzil telah terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim, Sulistiyono dalam sidang vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/4/2020).

Majelis hakim menyebut, terdakwa juga divonis untuk mengembalikan uang hasil korupsinya dengan total Rp2,125 miliar. Jumlah itu didapatkan dari uang suap Plt Sekretaris DPPKAD Kudus, Akhmad Shofian dan uang gratifikasi dari sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Kudus Rp1,775 miliar.

Dalam persidangan, Tamzil terbukti melanggar Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain itu, terdakwa juga telah terbukti melanggar Pasal 2 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 65 ayat (1) KHUPidana.

"Terdakwa telah terbukti mengetahui dan menerima hadiah dari Akhmad Sofian bersama Agus Soeranto dan Uka Wisnu. Terdakwa juga terbukti menyalahgunakan wewenang dan tidak melaporkan adanya gratifikasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Literasi Digital Madrasah,...
Literasi Digital Madrasah, Peserta: Kami Dilatih Jadi Guru Adaptif
Mark Up Tanah Sekolahan,...
Mark Up Tanah Sekolahan, Mantan Pejabat Ngawi Dijebloskan ke Tahanan
Persidangan Korupsi...
Persidangan Korupsi Terbesar dalam 4 Dekade di Singapura Segera Digelar
Polda Siapkan 8 Mobil...
Polda Siapkan 8 Mobil Water Canon untuk Penyemprotan Disinfektan di Kudus
Rois Syuriyah PCNU Kudus:...
Rois Syuriyah PCNU Kudus: Wajib Warga NU Dukung Gus Muhaimin Jadi Presiden
Wow Keren, Biola Bambu...
Wow Keren, Biola Bambu Kreasi Mbah Min Kudus Ternyata Laris di Mancanegara
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
1 jam yang lalu
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
3 jam yang lalu
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
3 jam yang lalu
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
11 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
13 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
15 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved