Ngotot Bahas RUU Omnibus Law saat Pandemi Corona, DPR Tak Punya Empati

Minggu, 05 April 2020 - 11:03 WIB
Ngotot Bahas RUU Omnibus...
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit (FSPTSK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Roy Jinto. Foto/dok.pribadi
A A A
Rencana DPR untuk tetap membahas Rancangan Undanag-Undang Cipta Kerja di tengah wabah Covid-19 yang terus meluas menunjukan wakil rakyat tak memiliki empati. Kengototan DPR untuk membahas RUU Omnibus Law itu mengindikasikan DPR tidak mampu menangkap persoalan paling mendesak yang dihadapi masyarakat.

"DPR RI tidak mempunyai rasa empati sedikitpun bahkan cenderung memanfaatkan situasi aat ini untuk meloloskan pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja," kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit (FSPTSK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Roy Jinto. (Baca : Tolak RUU Omnibus Law, Buruh-Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Cimahi)

Menurut dia, pemerintah dan DPR seharusnya fokus pada penanganan penyebaran Covid 19. Bukan mengambil kesempatan untuk membahas Omnibus Law Cipta Kerja dan berlindung didalam kebijakan Darurat Sipil dan Maklumat Kapolri yang melarang adanya kegiatan perkumpulan yang melibatkan banyak orang.

"Kami Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI sangat kecewa dengan sikap wakil-wakil rakyat dan pemerintah yang hanya mementingkan kepentingan investasi daripada kepentingan rakyat dan buruh. Padahal, kita bisa lihat bagaimana TKA Sebelumnya masih bisa masuk ke Indonesia," beber dia. (Baca : Baleg DPR Agendakan Uji Publik RUU Omnibus Law Ciptaker)

Menurut dia, pembahasan Omnibus Law semestinya tidak dilakukan ditengah-tengah masyarakat sedang ketakutan yang diakibatkan penyebaran virus corona covid-19. Sementara buruh sedang bertaruh nyawa bekerja di tengah-tengah penyebaran virus covid 19 yang semakin meluas.

"Pembahasan RUU ini bertolak belakang dengan kampanye pemerintah menyerukan untuk social distancing dan physical distancing bahkan baru-baru ini mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar," imbuh dia.

Dia menuntut, semua pihak menghentikan pembahasan RUU ini hingga kondisi kondusif. Bila tidak, buruh mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa ditengah pandemi ini.
(muh)
Berita Terkait
Dinilai Langgar Prokes,...
Dinilai Langgar Prokes, Polres Sumenep Bubarkan Hiburan Hajatan Warga
Kasus Meningkat, Edukasi...
Kasus Meningkat, Edukasi Pencegahan Corona Harus Terus Digencarkan
Perlu Skenario Baru...
Perlu Skenario Baru Hadapi Covid-19 Jika Tak Ingin Korban Bertambah di Sumut
Eks Gubernur Salurkan...
Eks Gubernur Salurkan 11 Ton Beras untuk 4 Wilayah di Riau
Nyawa 401 Ribu Orang...
Nyawa 401 Ribu Orang di Dunia Melayang Akibat Wabah COVID-19
Turun ke Jalan, Begini...
Turun ke Jalan, Begini Aksi Bupati Banyumas Razia Warga Tak Pakai Masker
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
4 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
6 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
7 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
8 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
8 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
9 jam yang lalu
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved