Gubernur Khofifah Minta ASN Pemprov Jatim Loyal Jalankan Program Pemerintah
Sabtu, 14 Januari 2023 - 14:00 WIB
loading...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim untuk memiliki loyalitas dan integritas dalam menjalankan program-program pemerintahan. Utamanya dalam hal pelayanan publik atau masyarakat.
“Ini penting, guna menghadapi double disruption. Dimana, disrupsi ini tidak hanya disebabkan oleh perkembangan digitalisasi, tapi juga ditambah disrupsi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19,” kata Khofifah usai mengikuti Refreshment Manajemen Pemerintah Tahun 2023 di lingkungan Pemprov Jatim di Ballroom Hotel Grand Mercure Malang, Jumat (12/11/2023).
Khofifah mengatakan, di era double disrupsi ini para ASN dan Kepala OPD dituntut untuk memiliki pola pikir out of the box. Sehingga mampu menghasilkan gagasan dan kebijakan baru, dapat mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan warga, sehingga mampu efektif dalam menjalankan program bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, ASN termasuk para Kepala OPD harus memiliki integritas dan komitmen yang kuat untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan yang prima dan obyektif bagi masyarakat.
Baca juga: Lava Pijar Kembali Dimuntahkan Gunung Semeru, Status Masih Siaga
“Di era double disrupsi ini kita harus kaya ide, senang bereksplorasi, belajar hal baru dan mampu melihat masalah secara holistic. Dengan begitu kita memiliki kemampuan untuk menangani permasalahan yang sangat beragam saat ini,” tegas Khofifah.
Lebih lanjut menurutnya, menghadapi perubahan dinamika global saat ini, para ASN dan Kepala OPD harus memiliki kemampuan untuk membaca atau menganalisis permasalahan secara menyeluruh dan kritis. Hal ini untuk menyiapkan langkah-langkah dan strategi apa yang harus dilakukan agar setiap masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.
“Ini penting, guna menghadapi double disruption. Dimana, disrupsi ini tidak hanya disebabkan oleh perkembangan digitalisasi, tapi juga ditambah disrupsi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19,” kata Khofifah usai mengikuti Refreshment Manajemen Pemerintah Tahun 2023 di lingkungan Pemprov Jatim di Ballroom Hotel Grand Mercure Malang, Jumat (12/11/2023).
Khofifah mengatakan, di era double disrupsi ini para ASN dan Kepala OPD dituntut untuk memiliki pola pikir out of the box. Sehingga mampu menghasilkan gagasan dan kebijakan baru, dapat mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan warga, sehingga mampu efektif dalam menjalankan program bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, ASN termasuk para Kepala OPD harus memiliki integritas dan komitmen yang kuat untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan yang prima dan obyektif bagi masyarakat.
Baca juga: Lava Pijar Kembali Dimuntahkan Gunung Semeru, Status Masih Siaga
“Di era double disrupsi ini kita harus kaya ide, senang bereksplorasi, belajar hal baru dan mampu melihat masalah secara holistic. Dengan begitu kita memiliki kemampuan untuk menangani permasalahan yang sangat beragam saat ini,” tegas Khofifah.
Lebih lanjut menurutnya, menghadapi perubahan dinamika global saat ini, para ASN dan Kepala OPD harus memiliki kemampuan untuk membaca atau menganalisis permasalahan secara menyeluruh dan kritis. Hal ini untuk menyiapkan langkah-langkah dan strategi apa yang harus dilakukan agar setiap masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.
Lihat Juga :