Kasus COVID-19 di Cimahi Kebanyakan Impor Dibawa Pendatang
Senin, 13 Juli 2020 - 17:13 WIB
loading...
Foto ilustrsi
A
A
A
CIMAHI - Berbagai kasus COVID-19 yang muncul di Kota Cimahi ditengarai karena impor dari warga yang datang atau usai melakukan perjalanan dari luar wilayah Kota Cimahi. Untuk itu bagi pendatang atau yang sudah menunaikan pekerjaan dari luar daerah ketika masuk Cimahi, mereka diminta untuk mengisolasi mandiri selama 14 hari.
"Kalau yang transmisi warga lokal nyaris tidak ada, sebab hasil penelusuran kami kebanyakan kasus yang muncul itu impor dari luar Cimahi," terang Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Senin (13/7/2020). (Baca: Angka Reproduksi COVID-19 Jawa Barat Melonjak di Angka 1,73)
Dia mencontohkan, ada warga yang melakukan perjalanan dari luar wilayah, seperti dari Surabaya, Jawa Timur. Yang bersangkutan jelas harus menjalani isolasi mandiri, sebab dikhawatirkan membawa virus tersebut. Termasuk juga dari daerah-daerah lain yang masuk kategori zona merah harus melakukan hal yang sama.
Dirinya meminta pelaku perjalanan dari luar daerah untuk menghubungi Puskesmas terdekat agar dilakukan swab test. Hal tersebut dilakukan sebagai pencegahan penularan COVID-19 terutama terhadap kontak erat.
Pasalnya penularan COVID-19 sekarang ini lebih rentan terjadi terhadap kontak erat. Seperti dari kepala keluarga usai melakukan perjalanan dari luar wilayah kemudian tanpa disadari menularkan kepada anak dan istrinya. "Bagi yang sudah melakukan perjalanan luar daerah dan mau di-swab test kami fasilitasi gratis karena masuk kategori OTG,” sebutnya.
"Kalau yang transmisi warga lokal nyaris tidak ada, sebab hasil penelusuran kami kebanyakan kasus yang muncul itu impor dari luar Cimahi," terang Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Senin (13/7/2020). (Baca: Angka Reproduksi COVID-19 Jawa Barat Melonjak di Angka 1,73)
Dia mencontohkan, ada warga yang melakukan perjalanan dari luar wilayah, seperti dari Surabaya, Jawa Timur. Yang bersangkutan jelas harus menjalani isolasi mandiri, sebab dikhawatirkan membawa virus tersebut. Termasuk juga dari daerah-daerah lain yang masuk kategori zona merah harus melakukan hal yang sama.
Dirinya meminta pelaku perjalanan dari luar daerah untuk menghubungi Puskesmas terdekat agar dilakukan swab test. Hal tersebut dilakukan sebagai pencegahan penularan COVID-19 terutama terhadap kontak erat.
Pasalnya penularan COVID-19 sekarang ini lebih rentan terjadi terhadap kontak erat. Seperti dari kepala keluarga usai melakukan perjalanan dari luar wilayah kemudian tanpa disadari menularkan kepada anak dan istrinya. "Bagi yang sudah melakukan perjalanan luar daerah dan mau di-swab test kami fasilitasi gratis karena masuk kategori OTG,” sebutnya.
Lihat Juga :