Guru Bejat Tega Berulangkali Cabuli Murid SD untuk Dapat Nilai Bagus
Sabtu, 14 Januari 2023 - 07:00 WIB
loading...
Guru bejat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tega berulangkali menyetubuhi muridnya sendiri dengan diiming-iming nilai bagus. Foto/iNews TV/Edi Lestari
A
A
A
MUSI BANYUASIN - Seorang guru di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tega mencabuli muridnya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Guru bejat tersebut, berulangkali mencabuli muridnya sendiri, dengan iming-iming bakal mendapatkan nilai bagus.
Baca juga: Istri Pengasuh Ponpes di Jember Laporkan Suami ke Polisi Terkait Dugaan Pencabulan Santriwati
Selain berprofesi sebagai seorang guru, tersangka juga seorang konten kreator terkenal di Kabupaten Musi Banyuasin. Pencabulan terhadap muridnya sendiri tersebut, terungkap setelah dipergoki oleh tetangga korban.
Guru honorer berinisial DS (43) tersebut, langsung dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban pencabulan. Polisi bergerak cepat menangkap DS, dan langsung menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Musi Banyuasin.
Baca juga: Sejumlah Titik di Jogjakarta Berpotensi Hujan Ringan Sepanjang Sabtu (14/1/2023)
Dari pengakuan DS, ternyata telah mencabuli muridnya sendiri berinisial JP sebanyak tujuh kali. Sadisnya, DS mencabuli muridnya di ruang kepala sekolah, dan UKS, serta di rumah korban.
Kasi Humas Polres Musi Banyuasin, AKP Susianto menjelaskan, pencabulan anak ini berhasil terungkap setelah dipergoki oleh tetangga korban. "Tetangga korban yang merasa curiga dengan ulah pelaku, akhirnya melaporkannya ke keluarga korban, dan langsung membuat laporan ke Polres Musi Banyuasin," tuturnya.
![Guru Bejat Tega Berulangkali Cabuli Murid SD untuk Dapat Nilai Bagus]()
Setelah menedengarkan keterangan dari korban, anggota Unit PPA Satreskrim Polres Musi Banyuasin, melakukan penangkapan terhadap guru pelaku pencabulan anak tersebut. Pelaku mengaku, mencabuli korban yang baru berusia 11 tahun karena tak kuat menahan nafsu.
Baca juga: Kisah Telik Sandi Cantik Nyimas Utari, Hancur Lebur Ditembak Meriam Usai Penggal Kepala Gubernur Jenderal VOC JP Coen
Akibat perbuatan pencabulan yang dilakukan terhadap muridnya sendiri, kini DS harus mendekam di sel tahanan Polres Musi Banyuasin, untuk kepentingan penyelidikan. Susianto mengimbau kepada para orang tua, agar tetap waspada menjaga buah hatinya, untuk mencegah terjadinya pencabulan tersebut terulang kembali.
Baca juga: Istri Pengasuh Ponpes di Jember Laporkan Suami ke Polisi Terkait Dugaan Pencabulan Santriwati
Selain berprofesi sebagai seorang guru, tersangka juga seorang konten kreator terkenal di Kabupaten Musi Banyuasin. Pencabulan terhadap muridnya sendiri tersebut, terungkap setelah dipergoki oleh tetangga korban.
Guru honorer berinisial DS (43) tersebut, langsung dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban pencabulan. Polisi bergerak cepat menangkap DS, dan langsung menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Musi Banyuasin.
Baca juga: Sejumlah Titik di Jogjakarta Berpotensi Hujan Ringan Sepanjang Sabtu (14/1/2023)
Dari pengakuan DS, ternyata telah mencabuli muridnya sendiri berinisial JP sebanyak tujuh kali. Sadisnya, DS mencabuli muridnya di ruang kepala sekolah, dan UKS, serta di rumah korban.
Kasi Humas Polres Musi Banyuasin, AKP Susianto menjelaskan, pencabulan anak ini berhasil terungkap setelah dipergoki oleh tetangga korban. "Tetangga korban yang merasa curiga dengan ulah pelaku, akhirnya melaporkannya ke keluarga korban, dan langsung membuat laporan ke Polres Musi Banyuasin," tuturnya.

Setelah menedengarkan keterangan dari korban, anggota Unit PPA Satreskrim Polres Musi Banyuasin, melakukan penangkapan terhadap guru pelaku pencabulan anak tersebut. Pelaku mengaku, mencabuli korban yang baru berusia 11 tahun karena tak kuat menahan nafsu.
Baca juga: Kisah Telik Sandi Cantik Nyimas Utari, Hancur Lebur Ditembak Meriam Usai Penggal Kepala Gubernur Jenderal VOC JP Coen
Akibat perbuatan pencabulan yang dilakukan terhadap muridnya sendiri, kini DS harus mendekam di sel tahanan Polres Musi Banyuasin, untuk kepentingan penyelidikan. Susianto mengimbau kepada para orang tua, agar tetap waspada menjaga buah hatinya, untuk mencegah terjadinya pencabulan tersebut terulang kembali.
(eyt)
Lihat Juga :