Aksi Teror KKB di Pegunungan Bintang Picu Puluhan Warga Pendatang Turun Cari Aman ke Jayapura
Jum'at, 13 Januari 2023 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, dirinya mengimbau kepada warga sipil yang ada di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, khususnya warga asal Toraja agar tetap waspada dan selalu berhati-hati.
"Imbauan saya, seluruh warga paguyuban khususnya Toraja yang ada di daerah-daerah pedalaman, baik yang bekerja sebagai pegawai negeri maupun swasta itu harus selalu berhati-hati, waspada, tetap berdoa dan lihat situasi sekitarnya. Jika memang situasinya tidak kondusif, ya harus cari pengamanan dan segera menyelamatkan diri," ucapnya.
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan Sekda Pegunungan Bintang agar warga asal Toraja di Mamit bisa dievakuasi juga.
"Karena tiga hari lalu ada warga kami yang terkena bacokan parang. Tetapi Puji Tuhan hanya mengalami luka lecet saja. Dengan kondisi seperti itu, melihat situasi yang kurang kondusif, kami minta kepada warga kami di Mamit juga ikut dievakuasi seperti yang dilakukan di Oksibil," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edie Rante Tasak juga meluruskan, bahwa warga sipil asal Toraja yang datang dari Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang ini bukanlah pengungsi atau warga yang dievakuasi.
"Di sini, perlu saya luruskan bahwa ini bukan pengungsi atau pengungsian. Sekali lagi, saya mau tegaskan, bahwa ini bukan pengungsian atau bukan mengevakuasi warga. Karena kalau dikatakan evakuasi, itu artinya kondisi dalam keadaan darurat," ujarnya.
"Akan tetapi, yang terjadi saat ini di Oksibil adalah keinginan masyarakat sipil khususnya warga pendatang turun ke Jayapura untuk menenangkan diri, karena melihat situasi dan kondisi yang kurang kondusif, itulah yang terjadi di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang," pungkasnya.
"Imbauan saya, seluruh warga paguyuban khususnya Toraja yang ada di daerah-daerah pedalaman, baik yang bekerja sebagai pegawai negeri maupun swasta itu harus selalu berhati-hati, waspada, tetap berdoa dan lihat situasi sekitarnya. Jika memang situasinya tidak kondusif, ya harus cari pengamanan dan segera menyelamatkan diri," ucapnya.
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan Sekda Pegunungan Bintang agar warga asal Toraja di Mamit bisa dievakuasi juga.
"Karena tiga hari lalu ada warga kami yang terkena bacokan parang. Tetapi Puji Tuhan hanya mengalami luka lecet saja. Dengan kondisi seperti itu, melihat situasi yang kurang kondusif, kami minta kepada warga kami di Mamit juga ikut dievakuasi seperti yang dilakukan di Oksibil," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edie Rante Tasak juga meluruskan, bahwa warga sipil asal Toraja yang datang dari Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang ini bukanlah pengungsi atau warga yang dievakuasi.
"Di sini, perlu saya luruskan bahwa ini bukan pengungsi atau pengungsian. Sekali lagi, saya mau tegaskan, bahwa ini bukan pengungsian atau bukan mengevakuasi warga. Karena kalau dikatakan evakuasi, itu artinya kondisi dalam keadaan darurat," ujarnya.
"Akan tetapi, yang terjadi saat ini di Oksibil adalah keinginan masyarakat sipil khususnya warga pendatang turun ke Jayapura untuk menenangkan diri, karena melihat situasi dan kondisi yang kurang kondusif, itulah yang terjadi di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :