Terungkap! Laptop Jaksa KPK yang Hilang Dicuri Ternyata Digadai Rp2 Juta
Selasa, 10 Januari 2023 - 12:20 WIB
loading...
Laptop Jaksa KPK ditemukan. Foto: Erfan/SINDOnews
A
A
A
SLEMAN - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dik Reskrimum) Polda DIY akhirnya berhasil mengamankan laptop milik Ferdi Ardi Nugroho yang hilang dicuri. Ternyata, laptop itu digadaikan di wilayah Koja, Jakarta Utara.
Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengungkapkan, usai kedua pelaku masuk ke dalam rumah Ferdi di Jalan Arjuna Kemantren Wirobrajan, Jogjakarta, mereka langsung kabur.
"Dalam perjalanan, beberapa barang bukti tersebut dibuang di wilayah di sekitar Kali Winongo Jogjakarta. Barang yang dibuang di antaranya berupa satu set Digital Video Recording (DVR) CCTV," katanya, Selasa (10/1/2023).
Baca juga: Terungkap! 2 Pembobol Rumah Jaksa KPK Ternyata Profesional
Kemudian, tersangka melanjutkan perjalanannya menuju Kebumen dan membuang barang bukti lain ke sungai. Namun kedua tersangka mengaku tidak mengetahui nama tempat dan sungai tersebut.
"Barang bukti yang dibuang adalah satu bendel berkas dan satu hard disc eksternal, kemudian juga ID card KPK dan juga, kemudian handphone satu unit merk Xiaomi lama," tambahnya.
Dia menambahkan, barang-barang tersebut sengaja dibuang karena tidak memiliki nilai jika dijual. Bahkan jika dijual di tukang loakpun konon juga tidak dihargai, sehingga daripada merepotkan di jalan, maka dibuang saja.
Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengungkapkan, usai kedua pelaku masuk ke dalam rumah Ferdi di Jalan Arjuna Kemantren Wirobrajan, Jogjakarta, mereka langsung kabur.
"Dalam perjalanan, beberapa barang bukti tersebut dibuang di wilayah di sekitar Kali Winongo Jogjakarta. Barang yang dibuang di antaranya berupa satu set Digital Video Recording (DVR) CCTV," katanya, Selasa (10/1/2023).
Baca juga: Terungkap! 2 Pembobol Rumah Jaksa KPK Ternyata Profesional
Kemudian, tersangka melanjutkan perjalanannya menuju Kebumen dan membuang barang bukti lain ke sungai. Namun kedua tersangka mengaku tidak mengetahui nama tempat dan sungai tersebut.
"Barang bukti yang dibuang adalah satu bendel berkas dan satu hard disc eksternal, kemudian juga ID card KPK dan juga, kemudian handphone satu unit merk Xiaomi lama," tambahnya.
Dia menambahkan, barang-barang tersebut sengaja dibuang karena tidak memiliki nilai jika dijual. Bahkan jika dijual di tukang loakpun konon juga tidak dihargai, sehingga daripada merepotkan di jalan, maka dibuang saja.
Lihat Juga :