Kisah Masyarakat Kasta Terendah Era Kerajaan Majapahit, Kenakan Baju dari Pembungkus Mayat
Sabtu, 07 Januari 2023 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Demikianlah anak yang lahir dari perkawinan campuran antara laki-laki sudra dan perempuan dari ketiga golongan lainnya, statusnya lebih rendah daripada sudra. Kebanyakan candala itu orang-orang yang lahir dari perkawinan campuran di atas itu.
Golongan candala disebut tidak diizinkan tinggal bersama dengan golongan Arya, baik di kota maupun di desa. Mereka berkampung di luar batas kota. Meskipun mereka itu mempunyai mata pencaharian lain, kebanyakan di antara mereka adalah tukang penggotong dan pembakar jenazah atau algojo penjahat yang dijatuhi hukuman mati.
Menurut undang-undang, pakaian mereka dibuat dari bahan pembungkus jenazah yang mereka bakar. Tempat makannya ialah barang pecah-pecahan (kereweng) dan perhiasannya dibuat dari besi.
Keempat golongan warna menjauhkan diri dari mereka agar jangan terjejas oleh keharamanannya atau jatuh ke tarafnya. Pada zaman Gupta, mereka itu diperlakukan sama dengan penderita lepra di Eropa pada abad pertengahan. Jika masuk kota, diharuskan membunyikan keprak kayu sebagai isyarat kepada golongan Arya, untuk menyingkir.
Golongan Mleccha, ialah semua bangsa di luar Arya tanpa pandang bahasa dan warna kulit. Mungkin yang dimaksud dengan Mleccha pada zaman Majapahit ialah pedagang-pedagang asing yang tinggal di kota-kota pelabuhan seperti disebut dalam Negarakertagama pupuh 83 / 3, yakni pedagang-pedagang India, Kamboja, Campa, Siam, dan Cina, yang tidak menganut agama Hindu, sehingga mereka itu tidak bisa masuk anggota masyarakat Arya.
Golongan candala disebut tidak diizinkan tinggal bersama dengan golongan Arya, baik di kota maupun di desa. Mereka berkampung di luar batas kota. Meskipun mereka itu mempunyai mata pencaharian lain, kebanyakan di antara mereka adalah tukang penggotong dan pembakar jenazah atau algojo penjahat yang dijatuhi hukuman mati.
Menurut undang-undang, pakaian mereka dibuat dari bahan pembungkus jenazah yang mereka bakar. Tempat makannya ialah barang pecah-pecahan (kereweng) dan perhiasannya dibuat dari besi.
Keempat golongan warna menjauhkan diri dari mereka agar jangan terjejas oleh keharamanannya atau jatuh ke tarafnya. Pada zaman Gupta, mereka itu diperlakukan sama dengan penderita lepra di Eropa pada abad pertengahan. Jika masuk kota, diharuskan membunyikan keprak kayu sebagai isyarat kepada golongan Arya, untuk menyingkir.
Golongan Mleccha, ialah semua bangsa di luar Arya tanpa pandang bahasa dan warna kulit. Mungkin yang dimaksud dengan Mleccha pada zaman Majapahit ialah pedagang-pedagang asing yang tinggal di kota-kota pelabuhan seperti disebut dalam Negarakertagama pupuh 83 / 3, yakni pedagang-pedagang India, Kamboja, Campa, Siam, dan Cina, yang tidak menganut agama Hindu, sehingga mereka itu tidak bisa masuk anggota masyarakat Arya.
Lihat Juga :