Pasokan Hewan Kurban Turun, Penjual di Depok Terapkan Protokol Kesehatan
Minggu, 12 Juli 2020 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, pembeli tidak perlu khawatir soal standar kesehatan hewan kurban di tempatnya. Ia mengaku untuk membawa sapi dari daerah hingga ke Depok untuk diperdagangkan telah melalui beberapa kali pemeriksaan kesehatan secara ketat oleh dinas terkait setempat.
“Kalau dalam perjalanan ada sapi tak sehat maka akan dikembalikan. Jadi protokol kesehatannya sangat ketat apalagi saat pandemi ini, hewan harus benar-benar sehat,” ujarnya. (Baca juga: Pengelola Bioskop: Dulu Ada Midnight, Mungkin Sekarang Tak Ada )
Mengenai harga katanya tidak mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu. Ada tiga kategori sapi yang dijual sesuai harga yaitu menengah dengan harga mulai dari Rp14 juta hingga Rp17 juta, menengah ke atas antara Rp18 juta hingga Rp30 juta dan juga ada harga sapi yang tertinggi mencapai di atas Rp100 juta.
Sementara itu Junita (25), salah seorang sales girl di Mal Hewan Kurban H.Doni mengungkapkan, selama menjadi sales mal hewan kurban ini paling berbeda karena di tengah pandemi Covid-19.
“Sangat berbeda dengan hari-hari biasa , tahun ini terasa berbeda kita mengikuti protokol kesehatan Covid-19, seperti aman pakai masker, cek suhu termo gun, cuci tangan, dan jika konsumen tidak menggunakan masker,” katanya.
“Kalau dalam perjalanan ada sapi tak sehat maka akan dikembalikan. Jadi protokol kesehatannya sangat ketat apalagi saat pandemi ini, hewan harus benar-benar sehat,” ujarnya. (Baca juga: Pengelola Bioskop: Dulu Ada Midnight, Mungkin Sekarang Tak Ada )
Mengenai harga katanya tidak mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu. Ada tiga kategori sapi yang dijual sesuai harga yaitu menengah dengan harga mulai dari Rp14 juta hingga Rp17 juta, menengah ke atas antara Rp18 juta hingga Rp30 juta dan juga ada harga sapi yang tertinggi mencapai di atas Rp100 juta.
Sementara itu Junita (25), salah seorang sales girl di Mal Hewan Kurban H.Doni mengungkapkan, selama menjadi sales mal hewan kurban ini paling berbeda karena di tengah pandemi Covid-19.
“Sangat berbeda dengan hari-hari biasa , tahun ini terasa berbeda kita mengikuti protokol kesehatan Covid-19, seperti aman pakai masker, cek suhu termo gun, cuci tangan, dan jika konsumen tidak menggunakan masker,” katanya.
(mhd)
Lihat Juga :