Pasokan Hewan Kurban Turun, Penjual di Depok Terapkan Protokol Kesehatan
Minggu, 12 Juli 2020 - 15:10 WIB
loading...
Penjualan hewan kurban jelang perayaan Hari Raya Idul Adha di Depok, Jawa Barat, Minggu (12/7/2020). Foto: R Ratna Purnama/SINDOnews
A
A
A
DEPOK - Wabah virus Corona atau Covid-19 tidak hanya mempengaruhi kehidupan sosial tetapi juga penjualan hewan kurban jelang perayaan Hari Raya Idul Adha, 31 Juli 2020. Pasalnya, pasokan hewan lokal di masa pendemi Covid-19 ini mengalami penurunan.
“Kalau tahun lalu bisa membawa sapi 6.200 ekor sekarang hanya 1.500 sapi untuk kurban,” kata pemilik Mal Hewan Kurban Haji Doni di Depok, Jawa Barat, Minggu (12/7/2020). (Baca juga: Jelang Idul Adha, Gugus Tugas Siapkan Aturan Pemotongan Hewan Kurban )
Kendati demikian, kata Doni, dirinya masih memiliki sapi breeding dari Amerika-Brazil dan juga stok sapi Nellore. Jumlahnya mencapai 4.200 ekor, dia menjamin hewan kurban yang dijualnya memenuhi standar kesehatan yang berlaku. Pasalnya, dia menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam melakukan transaksi penjualan hewan kurban untuk menghindari penularan dan penyebaran Covid-19. “Pembeli diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memilih hewan kurban, memakai masker dan selalu menjaga jarak,” tegasnya.
Dia menjamin kesehatan hewan kurbannya, sehingga hewan tersebut memang layak untuk dijadikan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Hal itu sesuai dengan arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok mengenai hewan kurban.
“Setiap sapi yang dijual di sini telah melewati pemeriksaan kesehatan yang ketat mulai dari mata, kuku, kaki, mulut dan lainnya. Hewan kurban di sini sudah tersertifikasi kesehatannya,” tuturnya. (Baca juga: Anies: Reklamasi Ancol Kendalikan Banjir, Proyek 17 Pulau Hasilkan Banjir )
“Kalau tahun lalu bisa membawa sapi 6.200 ekor sekarang hanya 1.500 sapi untuk kurban,” kata pemilik Mal Hewan Kurban Haji Doni di Depok, Jawa Barat, Minggu (12/7/2020). (Baca juga: Jelang Idul Adha, Gugus Tugas Siapkan Aturan Pemotongan Hewan Kurban )
Kendati demikian, kata Doni, dirinya masih memiliki sapi breeding dari Amerika-Brazil dan juga stok sapi Nellore. Jumlahnya mencapai 4.200 ekor, dia menjamin hewan kurban yang dijualnya memenuhi standar kesehatan yang berlaku. Pasalnya, dia menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam melakukan transaksi penjualan hewan kurban untuk menghindari penularan dan penyebaran Covid-19. “Pembeli diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memilih hewan kurban, memakai masker dan selalu menjaga jarak,” tegasnya.
Dia menjamin kesehatan hewan kurbannya, sehingga hewan tersebut memang layak untuk dijadikan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Hal itu sesuai dengan arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok mengenai hewan kurban.
“Setiap sapi yang dijual di sini telah melewati pemeriksaan kesehatan yang ketat mulai dari mata, kuku, kaki, mulut dan lainnya. Hewan kurban di sini sudah tersertifikasi kesehatannya,” tuturnya. (Baca juga: Anies: Reklamasi Ancol Kendalikan Banjir, Proyek 17 Pulau Hasilkan Banjir )
Lihat Juga :