Sri Aji Kresna Kepakisan, Penguasa Bali yang Dikendalikan oleh Majapahit

Senin, 19 Desember 2022 - 08:32 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Luar Biasa! Argentina Juara Piala Dunia, Setelah Penantian 36 Tahun

Sri Aji Kresna Kepakisan, mulai memimpin pemerintahan Kerajaan Bali Dwipa, pada tahun 1350 M atau 1272 Isaka. Oleh penduduk Bali, disebut sebagai I Dewa Wawu Rawuh atau Dalem Tegal Besung. Dalam Perjalanannya dari Majapahit, ke Pulau Bali, rombongan dari Majapahit tersebut mendarat di Pantai Lebih, kemudian ke arah timur laut menuju Samprangan

Dalam pemerintahannya, Sri Kresna Kepakisan didampingi oleh Arya Kepakisan atau Sri Nararya Kresna Kepakisan yang menjabat sebagai Patih Agung, berasal dari Dinasti Warmadewa yang merupakan keturunan raja atau kesatria Kediri.

Baik Adipati maupun Patih Agung berasal dari satu desa yaitu Desa Pakis, sehingga setibanya di Bali, menggunakan nama yang hampir sama. Adipatinya bergelarSri Dalem Kresna Kepakisan, sedangkan Patih Agungnya bergelarArya Kepakisan,atauSri Nararya Kresna Kepakisan

Dalam pemerintahannya, Sri Kresna Kepakisan juga didampingi oleh Ki Patih Wulung yang menjabat sebagai Mangku Bumi. Ibu kota kerajaan dipindahkan dari Gelgel, ke Samprangan.

Samprangan menjadi piliahn sebagai ibu kota, karena ketika ekspedisi Gajah Mada, Desa Samprangan mempunyai arti historis, yaitu sebagai perkemahan Gajah Mada, serta tempat mengatur strategi untuk menyerang Kerajaan Bedahulu. Dalam kenyataan kini menunjukkan, jarak Desa Bedahulu ke Samprangan hanya kurang lebih 5 km.

Baca juga: Kisah Kerajaan Bali Jadi Korban Pertama Sumpah Palapa yang Digaungkan Gajah Mada

Dari Babad Dalem, diketahui bahwa dalam menjalankan pemerintahan sebagai wakil dari Majapahit di Pulau Bali, Sri Kresna Kepakisan dibekali dengan pakaian kebesaran kerajaan, dan sebilah keris yang bernama Si Ganja Dungkul. Seluruh konsepk kebudayaannya, memadukan kebudayaan Jawa dengan Bali.

Sri Kresna Kepakisan beristri dua. Istri pertama adalah Ni Gusti Ayu Gajah Para, merupakan putri dari Arya Gajah Para. Dari pernikahan ini, lahir Dalem Wayan (Dalem Samprangan); Dalem Di-Madia (Dalem Tarukan); Dewa Ayu Wana (putri, meninggal ketika masih anak-anak); dan Dalem Ketut (Dalem Ketut Ngulesir).

Sementara istri kedua Sri Kresna Kepakisan, adalah Ni Gusti Ayu Kuta Waringin merupakan putri dari Arya Kutawaringin. Dari pernikahan kedua ini, Sri Kresna Kepakisan memiliki satu putra, yakni Dewa Tegal Besung.

Masa pemerintahan Sri Kresna Kepakisan, menjadi awal terbentuknya dinasti baru di Bali, yaitu Dinasti Kresna Kepakisan. Dinasti ini berkuasa di Bali, sampai awal abad ke-20, atau tepatnya pada tahun 1908.

Kehadiran Sri Kresna Kepakisan, membawa pengaruh-pengaruh baru dari Majapahit, ke Bali, termasuk para bangsawan. Bangsawan baru ini merupakan kelompok elite yang menempati status dan peranan penting, atas struktur pelapisan masyarakat Bali.Hal ini sekaligus menggeser kedudukan dan peranan bangsawan dari kerajaan Bali Kuno.

Baca juga: Sitaro Diterjang Banjir Bandang, 1 Tewas dan Ratusan Orang Mengungsi

Semasa pemerintahan Sri Kresna Kepakisan di Samprangan, ternyata juga banyak diwarnai dengan pemberontakan-pemberontakan di desa-desa Bali Aga. Pemberontakan itu terjadi di Desa Batur, Cempaga, Songan, Kedisan, Abang, Pinggan, Munting, Manikliyu, Bonyoh, Katung, Taro, Bayan, Tista, Margatiga, Bwahan, Bulakan, Merita, Wasudawa, Bantas, Pedahan, Belong, Paselatan, Kadampal dan beberapa desa yang lain.

Sri Kresna Kepakisan, sempat putus asa dengan banyaknya pemberontakan yang terjadi. Bahkan, dia sempat mengirimkan utusan ke Majapahit, untuk melaporkan kondisinya yang kesulitan mengatasi situasi di Bali.

Untuk memecahkan persoalan pemberontakan tersebut, Gajah Mada memberikan nasehat kepada Sri Kresna Kepakisan, serta simbol-simbol kekuasaan dalam bentuk pakaian kebesaran, dan keris pusaka Ki Lobar.

Sebagai raja, Sri Kresna Kepakisan juga dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia. Dia menjadi pemegang otoritas politik dan kekuasaan tertinggi di kerajaan. Dalam menjalankan roda pemerintahan, dia dibantu sejumlah pejabat birokrasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Rahasia Salah Satu Kerajaan...
Rahasia Salah Satu Kerajaan Terkuat di Peru Berasal dari Burung-Burung
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Rekomendasi
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Berita Terkini
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved