Digitalisasi Manajemen Talenta ASN Cara Ganjar Cegah Jual Beli Jabatan

Kamis, 08 Desember 2022 - 12:17 WIB
loading...
Digitalisasi Manajemen Talenta ASN Cara Ganjar Cegah Jual Beli Jabatan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerapkan digitalisasi manajemen talenta ASN untuk mencegah praktik nepotisme dan jual beli jabatan. ASN disaring dengan indikator talenta untuk promosi atau mutasi. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menerapkan digitalisasi manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mencegah praktik nepotisme dan jual beli jabatan . Dengan sistem merit berbasis smart birokrasi, ASN disaring dengan indikator talenta untuk promosi atau mutasi.

Penerapan sistem smart birokrasi ditunjukkan dengan layanan manajemen talenta yang tersedia. Saat ini, Ganjar menerapkan aplikasi digital terintegrasi mulai e-jabatan fungsional, e-mutasi, dan e-file. Baca juga: Jateng Diguyur APBN 2023 Rp104 Triliun, Ganjar Fokus Pangan dan Energi

Analis SDM Aparatur Ahli Muda Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surakarta Nirwan Pambudi mengatakan, Ganjar berhasil menggerus budaya titipan atau setoran dengan sistem tersebut. Sebab itu, Nirwan menyebut trobosan Ganjar menjadi kiblat bagi BKD di kabupaten/kota se-Jateng.

''Kami mengapresiasi indeks meritokrasi provinsi dengan kategori nilai Sangat Baik. Jadi menurut kami layak mendapatkan penghargaan di nasional. Kami pun berusaha menerapkan sistem ini dalam perekrutan ASN ,'' kata dia, Kamis (8/12/2022).

Nirwan menyebut sistem meritokrasi yang diciptakan Ganjar di Pemprov Jateng menjadi rujukan provinsi lain. Hal itu dibuktikan dengan Anugrag Meritokrasi Tahun 2021 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memberikan Anugerah Meritokrasi Tahun 2021.

Dalam penghargaan itu, Jateng unggul dengan poin 335,5 atau kategori Sangat Baik. KASN juga mempercayakan Pemprov Jateng menggelar sendiri Anugerah Meritokrasi kepada kabupaten /kota di Jateng yang telah menerapkan Sistem Merit dalam Manajemen ASN dengan kategori Baik.

"Itu kami buktikan dengan mekanisme baru proses pada seleksi terbuka jabatan pengawas (eselon IV) di unsur wilayah. Kami buka jabatan lurah, kasi kecamatan. Kami ukur kompetensinya, pengalaman kerjanya, kinerjanya," tandasnya.

Kabid Mutasi, Promosi dan Pengembangan Kompetensi ASN BKPSDM Kabupaten Purworejo Dwita Puspitasari mengatakan, Pemprov Jateng merupakan salah satu pelopor manajemen talenta dalam penempatan ASN yang menjadi rujukan kabupatan/kota.

''Menurut saya, sistem merit dalam manajemen kepegawaian mengubah paradigma pimpinan dari penempatan sesuai senioritas daftar urut kepangkatan, menjadi berdasarkan kualifikasi kompetensi dan kinerja," katanya.

Dwita mengatakan, keberhasilan manajemen kepegawaian di Jateng membuat penempatan jabatan berdasarkan data-data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem ini akan menutup peluang jual beli jabatan. Baca juga: Kasus Jual Beli Jabatan, KPK Dalami Keterkaitan Bupati Bangkalan dengan Kakaknya
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3430 seconds (10.101#12.26)