Curhat Mafia di Polri Viral, Bhabinkamtibmas Aipda Aksan Minta Maaf
Senin, 05 Desember 2022 - 03:56 WIB
loading...
Aipda Aksan, anggota Bhabinkamtibmas Polres Tana Toraja, akhirnya minta maaf usai video curhatan soal mafia di Polri viral. Foto/iNews TV/Muhammad Nur Bone
A
A
A
MAKASSAR - Video curahan hati (Curhat) tentang banyaknya mafia di tubuh Polri, dari seorang anggota Bhabinkamtibmas Polres Tana Toraja, Aipda Aksan, viral di media sosial. Usai curhatannya viral, anggota polisi ini justru meminta maaf.
Baca juga: Viral Polisi di Sulsel Curhat soal Dugaan Mafia Polri
Permintaan maaf dari bintara Polri ini, direkam dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial. Dalam video permintaan maaf itu, Aipda Aksan menyebut, tuduhannya soal mafia di rubuh Polri itu keliru.
Curhatan Aipda Aksan ini, sempat menjadi polemik karena dia mengatakan banyaknya mafia di tubuh Polri. Keberadaan mafia itu, dicontohkannya terjadi saat proses pengajuan menjadi perwira, serta pengajuan pindah tugas bagi anggota polisi.
Baca juga: Hanya Kenakan Daster, Wanita Vokalis Band Digerebek saat Mesum di Kamar Kos
Meski demikian, Polda Sulsel tak tinggal diam atas viralnya video curhatan anggota polisi tersebut. Aipda Aksan, dan tiga anggota polisi lainnya, harus menjalani pemeriksaan terkait video curhatan tersebut.
Video curhatan anggota polisi yang berdurasi sekitar tiga menit itu, juga dinilai telah mencoreng nama isntitusi Polri, karena tidak dilengkapi dengan bukti dan data. Aipda Akhsan dalam videonya, hanya menyebut untuk menjadi perwira harus membayar.
![Curhat Mafia di Polri Viral, Bhabinkamtibmas Aipda Aksan Minta Maaf]()
Tak hanya itu, dalam videonya Aipda Aksan juga mengatakan, anggota polisi yang ingin pindah tugas harus membayar. Dia bahkan mengatakan, adanya korupsi dengan berkurangnya anggaran BBM bagi personel di lapangan. Dia meminta Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membersihkan mafia di tubuh Polri.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Komang Suartana membantah keras seluruh isi video curhatan Aipda Aksan tersebut. Dia menyebutkan, Divisi Propam Mabes Polri, telah memeriksa Aipda Aksan bersama tiga anggota polisi lainnya sebagai saksi.
Baca juga: Awan Panas Gunung Semeru Terjang Lumajang, Jembatan dan Rumah Warga Tertimbun Material Vulkanik
Tiga anggota polisi yang turut diperiksa tim Divisi Propam Mabes Polri sebagai saksi, bersama Aipda Aksan, berasal dari Polres Palopo, dan Polres Tana Toraja, karena Aipda Aksan sebelum bertugas di Polres Tana Toraja, pernah bertugas di Polres Palopo.
Selain itu, menurut Komang, sejauh ini Bidpropam Polda Sulsel, belum menemukan adanya indikasi korupsi serta mafia seperti yang dituduhkan Aipda Aksan dalam vidionya yang viral. "Tuduhan itu belum terbukti kebenarannya," tegasnya.
Baca juga: Viral Polisi di Sulsel Curhat soal Dugaan Mafia Polri
Permintaan maaf dari bintara Polri ini, direkam dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial. Dalam video permintaan maaf itu, Aipda Aksan menyebut, tuduhannya soal mafia di rubuh Polri itu keliru.
Curhatan Aipda Aksan ini, sempat menjadi polemik karena dia mengatakan banyaknya mafia di tubuh Polri. Keberadaan mafia itu, dicontohkannya terjadi saat proses pengajuan menjadi perwira, serta pengajuan pindah tugas bagi anggota polisi.
Baca juga: Hanya Kenakan Daster, Wanita Vokalis Band Digerebek saat Mesum di Kamar Kos
Meski demikian, Polda Sulsel tak tinggal diam atas viralnya video curhatan anggota polisi tersebut. Aipda Aksan, dan tiga anggota polisi lainnya, harus menjalani pemeriksaan terkait video curhatan tersebut.
Video curhatan anggota polisi yang berdurasi sekitar tiga menit itu, juga dinilai telah mencoreng nama isntitusi Polri, karena tidak dilengkapi dengan bukti dan data. Aipda Akhsan dalam videonya, hanya menyebut untuk menjadi perwira harus membayar.

Tak hanya itu, dalam videonya Aipda Aksan juga mengatakan, anggota polisi yang ingin pindah tugas harus membayar. Dia bahkan mengatakan, adanya korupsi dengan berkurangnya anggaran BBM bagi personel di lapangan. Dia meminta Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membersihkan mafia di tubuh Polri.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Komang Suartana membantah keras seluruh isi video curhatan Aipda Aksan tersebut. Dia menyebutkan, Divisi Propam Mabes Polri, telah memeriksa Aipda Aksan bersama tiga anggota polisi lainnya sebagai saksi.
Baca juga: Awan Panas Gunung Semeru Terjang Lumajang, Jembatan dan Rumah Warga Tertimbun Material Vulkanik
Tiga anggota polisi yang turut diperiksa tim Divisi Propam Mabes Polri sebagai saksi, bersama Aipda Aksan, berasal dari Polres Palopo, dan Polres Tana Toraja, karena Aipda Aksan sebelum bertugas di Polres Tana Toraja, pernah bertugas di Polres Palopo.
Selain itu, menurut Komang, sejauh ini Bidpropam Polda Sulsel, belum menemukan adanya indikasi korupsi serta mafia seperti yang dituduhkan Aipda Aksan dalam vidionya yang viral. "Tuduhan itu belum terbukti kebenarannya," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :