4 Kerajaan Nusantara Berhubungan dengan Dinasti Kesultanan Islam, No 2 dari Tanah Jawa

Jum'at, 02 Desember 2022 - 10:12 WIB
loading...
4 Kerajaan Nusantara...
Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pembukaan kongres umat Islam Indonesia di Yogyakarta pada 8-11 Februari 2015 mengungkapkan bahwa Sultan Turki telah mengukuhkan Raden Patah sebagai perwakilan Kekhalifahan Islam Turki untuk Tanah Jawa. (Ist)
A A A
JAKARTA - Terdapat empat kerajaan nusantara yang memiliki hubungan dengan Dinasti Kesultanan Islam. Hal ini mungkin jarang diketahui namun hal tersebut berpengaruh besar dalam masuknya Islam di Indonesia.

Dari teori yang dikemukakan Buya Hamka, kedatangan para pendakwah Islam dari Semenanjung Arabia sekitar abad ke 7 M, memiliki hubungan yang kuat dengan kemunculan Ulama besar Tanah Air.

Berdasar catatan historis dari para bahariawan Cina semasa Dinasti Tang, suku Ta'Shih (sebutan China untuk orang Arab) mulai mengarungi samudera untuk berniaga, sekaligus berdakwah ke negeri timur jauh bermula sejak Rasulullah saw.

Karena itulah terdapat beberapa kerajaan nusantara yang punya hubungan terhadap beberapa Khalifah. Sedikitnya terdapat empat kerajaan yang memiliki hubungan tersebut.

Berikut 4 Kerajaan Nusantara yang Memiliki Hubungan dengan Dinasti Kesultanan Islam:

1. Sriwijaya

Dikutip dari jurnal "Hubungan Sriwijaya dengan Dinasti Umayah Terhadap masuknya Islam di Palembang", Menurut para arkeolog, Islam mulai masuk ke Palembang pada abad ke 7 M yang dibawa oleh para pedagang dengan kerajaan Sriwijaya.

Hubungan kerja sama yang baik antara kerajaan Sriwijaya di Palembang dengan dinasti Umayah yang kala itu dipimpin oleh Umar bin Abdul Aziz terus berlanjut sebagai upaya hubungan bilateral yang saling menguntungkan antara satu sama lain.

Keberadaan para pedagang muslim yang datang di Palembang tentu membawa dampak yang positif bagi
masuknya Islam di Palembang meskipun keberadaan orang-orang Islam tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan masyarakat Sriwijaya sendiri.

2. Demak

Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pembukaan kongres umat Islam Indonesia di Yogyakarta pada 8-11 Februari 2015 mengungkapkan bahwa Sultan Turki telah mengukuhkan Raden Patah sebagai perwakilan Kekhalifahan Islam Turki untuk Tanah Jawa.

Meskipun bukti dari ucapan tersebut masih kurang kuat namun ada pendapat lain lewat tulisan Sejarawan Belanda, H.J.de Graaf dan filolog Belanda, Th.G. Th. Pigeaud dalam kerajaan kerajaan Islam di jawa mengungkapkan bahwa Kerajaan Demak termasuk yang mengenal Turki Utsmani.

Baca: Mahasiswi Kedokteran Jambi Diduga Dilecehkan Oknum Perawat di Ruang Operasi.

Peralihan dari Majapahit ke Mataram, menyebut bahwa Sultan Trenggana mengetahui kesultanan Turki Utsmani dari Sunan Gunung Jati. Sementara Sunan Gunung Jati berasal dari Samudera Pasai dan sempat pergi menunaikan ibadah Haji ke Makkah.

3. Samudra Pasai

Mulai berkembangnya agama Islam di Sumatera ditambah dengan kemerosotan kerajaan Sriwijaya memunculkan kerajaan baru dengan ajaran baru yakni Samudera Pasai.

Saat berbicara tentang Kerajaan Samudera Pasai (atau Pase) di dalam Summa Oriental, Tome Pires (1944: 142) menulis:

“… karena Melaka telah dihukum dan Pedir dalam keadaan berperang, Kerajaan Pase menjadi makmur, kaya, dengan banyak pedagang dari berbagai bangsa Moor dan Keling, yang melakukan banyak perdagangan, di antaranya yang terpenting adalah orang-orang Bengali. Ada (pula) orang-orang Rume, Turki, Arab, Persia, Gujarat, Keling, Melayu, Jawa, dan Siam.”

Terlepas dari itu, gelar yang digunakan oleh Jamal al-Din serta raja-raja Samudera Pasai, seperti Malik al-Zahir dan yang semisalnya, menunjukkan kesesuaian dengan penggunaan gelar kepemimpinan di pusat dunia Islam ketika itu, seperti yang digunakan oleh para sultan Mamluk di Mesir yang banyak memiliki asal-usul Turki.

4. Kesultanan Aceh

Hubungan antara Aceh dan Turki Usmani Pada abad ke-16 tidaklah sebatas hubungan perdagangan. Bersamaan dengan jatuhnya Kerajaan Melaka serta hadirnya ancaman Portugis di Selat Melaka, Kesultanan Aceh tumbuh besar sebagai kekuatan politik dan perdagangan, melanjutkan kedudukan Pasai serta menggantikan posisi strategis Melaka.

Baca: Jual Paksa Air Mineral ke Pengemudi Truk, Preman Kampung Ditangkap Polisi.

Pada tahun 1539 dilaporkan bahwa sekitar 300 tentara Turki telah berada di Aceh dan membantu kerajaan itu dalam konfliknya dengan kerajaan Batak (Pinto, 1897: 31-32).

Selain itu kerjasama dengan Turki Utsmani ini juga merupakan kerjasama politik dan militer kala Kesultanan Aceh tengah dalam konflik dengan Portugis.

Pada tahun 1562 utusan dikirim dari Aceh ke Turki, dan Istanbul menjawab permintaan bantuan militer oleh Aceh dengan mengirimkan beberapa ahli pembuat meriam ke negeri bawah angin itu pada tahun 1565. Meskipun bantuan ini tidak sampai berhasil mengusir Portugis dari Selat Malaka, namun dapat membantu memperkuat militer Aceh dalam sisi pertahanannya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Kesaktian Sunan...
Kisah Kesaktian Sunan Kalijaga Menundukkan Kera-Kera Raksasa Hutan Gunungpati
Siasat Obor Digunakan...
Siasat Obor Digunakan Utusan Kerajaan Demak Berperang Melawan Kerabat Raja Majapahit
HUT ke-498 Jakarta,...
HUT ke-498 Jakarta, Peringatan Kemenangan Koalisi Nusantara Pimpinan Fatahillah
Kalah Perang Melawan...
Kalah Perang Melawan Kesultanan Banten Berujung Pembantaian Pasukan Cirebon Sehari Jelang Idulfitri
Serangan Kerajaan Mataram...
Serangan Kerajaan Mataram ke Blambangan Usai Sultan Amangkurat I Dapat Bisikan Ulama
Kisah Raden Patah Taklukkan...
Kisah Raden Patah Taklukkan Kerajaan Majapahit Tanpa Merusak Bangunan
Rektor UBK Dapat Gelar...
Rektor UBK Dapat Gelar Kehormatan Kanjeng Raden Mas Suryo dari Keraton Demak
Festival Budaya Surosowan...
Festival Budaya Surosowan Peringati Masa Kejayaan Kesultanan Banten
Asal Usul Jagakarsa...
Asal Usul Jagakarsa di Jakarta Selatan, Terinspirasi dari Nama Pangeran
Rekomendasi
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Infografis
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved