Pengakuan Wanita Korban Pelecehan Mahasiswa FH Universitas Brawijaya: Pelaku Sempat Lari
Sabtu, 26 November 2022 - 01:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, ia sempat tak terasa telah dilecehkan oleh terduga pelaku, karena posisi sedang tidur. Tetapi karena lama – lama ada merasakan sesuatu yang aneh ia pun terbangun dan teriak.
"Saya gak kerasa karena sedang tidur. Dia kan disabilitas, mungkin karena dia ngebukanya tangan satu, pas dia mau narik daleman saya dia kesulitan. Pas itu aku kayak kebangun gitu dan kaget kok ada cowok. Terus aku teriakin," jelasnya.
Ketahuan melakukan pelecehan seksual, pelaku mencoba untuk lari. Mey yang marah kemudian mengejar pelaku dan memukulnya. Namun, karena kondisi saat itu korban kebingungan dan tidak ada orang lain yang mengetahuinya, pelaku dilepaskan.
"Sebelum saya lepas, sempet tak tanya dan dia mengaku kenal dengan teman aku yang punya kos. Saat itu aku juga baru tahu kalau dia (pelaku) ini disabilitas karena saat aku tangkap dia tidak ada perlawanan dan cuma ampun-ampun," tuturnya.
Keesokan harinya Senin (21/11/2022), korban menceritakan kejadian tersebut kepada temannya (pemilik kamar kos). Setelah mendengarkan cerita dan mengetahui ciri-ciri pelaku, teman korban langsung tertuju pada salah satu orang yang merupakan tetangga kos.
"Habis aku kasih tahu ciri-cirinya. Temanku ngeh kalau di kosnya yang campur itu ada laki-laki dengan ciri-ciri sama yakni disabilitas. Setelah mengetahui hal itu teman saya mau bantu aku ngecek pelaku, karena saat awal itu aku gak sempet tanya nama karena bingung," kata dia.
Pada selasa (22/11/2022) sekitar pukul 03.00 WIB, korban mendapatkan kabar dari temannya bahwa pelaku telah ditemukan. Korban yang mengetahui hal itu bersama dengan pacarnya bergegas menuju ke kosan di kawasan Jalan Sigura-gura tersebut.
"Saya gak kerasa karena sedang tidur. Dia kan disabilitas, mungkin karena dia ngebukanya tangan satu, pas dia mau narik daleman saya dia kesulitan. Pas itu aku kayak kebangun gitu dan kaget kok ada cowok. Terus aku teriakin," jelasnya.
Ketahuan melakukan pelecehan seksual, pelaku mencoba untuk lari. Mey yang marah kemudian mengejar pelaku dan memukulnya. Namun, karena kondisi saat itu korban kebingungan dan tidak ada orang lain yang mengetahuinya, pelaku dilepaskan.
"Sebelum saya lepas, sempet tak tanya dan dia mengaku kenal dengan teman aku yang punya kos. Saat itu aku juga baru tahu kalau dia (pelaku) ini disabilitas karena saat aku tangkap dia tidak ada perlawanan dan cuma ampun-ampun," tuturnya.
Keesokan harinya Senin (21/11/2022), korban menceritakan kejadian tersebut kepada temannya (pemilik kamar kos). Setelah mendengarkan cerita dan mengetahui ciri-ciri pelaku, teman korban langsung tertuju pada salah satu orang yang merupakan tetangga kos.
"Habis aku kasih tahu ciri-cirinya. Temanku ngeh kalau di kosnya yang campur itu ada laki-laki dengan ciri-ciri sama yakni disabilitas. Setelah mengetahui hal itu teman saya mau bantu aku ngecek pelaku, karena saat awal itu aku gak sempet tanya nama karena bingung," kata dia.
Pada selasa (22/11/2022) sekitar pukul 03.00 WIB, korban mendapatkan kabar dari temannya bahwa pelaku telah ditemukan. Korban yang mengetahui hal itu bersama dengan pacarnya bergegas menuju ke kosan di kawasan Jalan Sigura-gura tersebut.
Lihat Juga :