Buka Munas Matakin, Ganjar Puji Kontribusi Umat Konghucu untuk Bangsa

Jum'at, 25 November 2022 - 18:30 WIB
loading...
Buka Munas Matakin, Ganjar Puji Kontribusi Umat Konghucu untuk Bangsa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi membuka Munas ke-19 Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) di Kota Solo, Jumat (25/11/2022). Foto/Dok. SINDOnews
A A A
SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi membuka Munas ke-19 Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia ( Matakin ). Munas Matakin diselenggarakan tiga hari berturut-turut pada 25-27 November 2022 di Solo.

Ganjar mengapresiasi Matakin yang dalam munasnya turut membahas persoalan-persoalan terkini. Khususnya terkait kontribusi untuk bangsa dan negara.

"Matakin ingin berkontribusi kepada bangsa dan negara, khususnya menghadapi situasi yang hari ini tidak mudah. Jadi semangat Matakin perlu disambut dengan baik," kata Ganjar di Hotel Novotel, Kota Solo, Jumat (25/11/2022). Baca juga: Gaji Dibayar Sesuai UMK, Ganjar Gelontorkan Rp144 Miliar Biayai Guru Honorer

Aksi nyata Matakin ditunjukkan melalui pemberian bantuan 30 ton pupuk tanaman dan 1.250 bibit tanaman senilai Rp100 juta. Bantuan itu diberikan secara simbolis kepada Pemkot Solo dalam rangka penghijauan.

Ganjar berharap Munas Matakin yang diikuti 300 peserta perwakilan dari seluruh umat Konghucu se-Indonesia itu berjalan lancar. Dengan demikian kontribusi yang diberikan Matakin bagi bangsa bisa lebih banyak lagi, khususnya untuk kemanusiaan.

"Mudah-mudahan munas berjalan lancar dan bisa merespons persoalan kekinian dan diantara kekuatan komunitas Matakin bisa berkontribusi nyata untuk bangsa, negara dan kemanusiaan," ujarnya. Baca juga: Andrei Angouw Resmi Ditetapkan Walikota Pertama Beragama Konghucu di Indonesia

Tak hanya itu, Matakin dalam kegiatannya juga bergerak di banyak sektor, antara lain pendidikan, kesehatan hingga kebencanaan. Hal itu untuk menunjukkan nilai-nilai kebajikan dalam ajaran Konghucu.

Ganjar mengharapkan masyarakat dapat mendukung segala kegiatan Matakin agar wujud toleransi dan keberagaman Indonesia, khususnya di Jawa Tengah semakin baik dan lebih matang lagi. "Keagamaan di keluarga Konghucu sudah pasti, yang sosial juga banyak sekali. Ada pendidikan, kesehatan, kebencanaan juga mereka berpartisipasi menurut saya itu hebat," tuturnya.
(poe)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1301 seconds (10.101#12.26)