Miris! Bayi Laki-laki Dibuang di Depan Rumah Kepala Dusun di Gampong Lam Ara
Jum'at, 25 November 2022 - 17:45 WIB
loading...
Bayi laki-laki ditemukan tergeletak di depan rumah warga Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh. Foto/MPI/Syukri Syarifuddin
A
A
A
BANDA ACEH - Bayi laki-laki yang diperkirakan baru berusia dua hari, dibuang oleh orang tuanya di depan rumah seorang kepala dusun di Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh. Bayi ditemukan warga pada Kamis (24/11/2022) malam.
Baca juga: Perempuan Pembuang Bayi yang Jadi Tersangka Resmi Menikah di Kantor Mapolres Majalengka
Saat ditemukan, bayi laki-laki tersebut terbungkus kain berwarna kuning di depan rumah milik Rahmat Kausar. Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama membenarkan adanya penemuan bayi laki-laki di depan rumah warga tersebut.
"Penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki itu terjadi di depan rumah perangkat Gampong Lam Ara, Rahmat Kausar. Yang menemukan warga, bernama Siti Masita (36). Saat itu, Siti Masita melintas dan melihat ada bayi," ungkap Fadillah.
Baca juga: Geger Siswi SMP di Surabaya Loncat dari Lantai 2 Sekolah saat Hari Guru
Fadillah menjelaskan, awalnya saksi Siti Masita melintasi rumah Kepala Dusun, Rahmat Kausar dan mendengar tangisan bayi. Kemudian mengetuk pintu rumah kepala dusun tersebut. Tidak lama kemudian, keluar istri Rahmat Kausar yang juga mendengar tangisan bayi.
Baca juga: Perempuan Pembuang Bayi yang Jadi Tersangka Resmi Menikah di Kantor Mapolres Majalengka
Saat ditemukan, bayi laki-laki tersebut terbungkus kain berwarna kuning di depan rumah milik Rahmat Kausar. Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama membenarkan adanya penemuan bayi laki-laki di depan rumah warga tersebut.
"Penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki itu terjadi di depan rumah perangkat Gampong Lam Ara, Rahmat Kausar. Yang menemukan warga, bernama Siti Masita (36). Saat itu, Siti Masita melintas dan melihat ada bayi," ungkap Fadillah.
Baca juga: Geger Siswi SMP di Surabaya Loncat dari Lantai 2 Sekolah saat Hari Guru
Fadillah menjelaskan, awalnya saksi Siti Masita melintasi rumah Kepala Dusun, Rahmat Kausar dan mendengar tangisan bayi. Kemudian mengetuk pintu rumah kepala dusun tersebut. Tidak lama kemudian, keluar istri Rahmat Kausar yang juga mendengar tangisan bayi.
Lihat Juga :