Covid-19 Meningkat, Dinkes Kota Malang: Varian XBB Belum Terdeteksi

Jum'at, 25 November 2022 - 10:08 WIB
loading...
Covid-19 Meningkat, Dinkes Kota Malang: Varian XBB Belum Terdeteksi
Alarm bahaya digaungkan Kota Malang akan peningkatan jumlah kasus Covid-19 beberapa hari terakhir. (Ist)
A A A
MALANG - Alarm bahaya digaungkan Kota Malang akan peningkatan jumlah kasus Covid-19 beberapa hari terakhir. Tak hanya angka positif Covid-19 yang bertambah, pelaksanaan pemakaman dengan protokol Covid-19 pun mulai terjadi peningkatan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Satgas Covid-19 Jawa Timur, Kota Malang terdapat total tambahan 116 kasus Covid-19 selama lima hari terakhir sejak 20 - 24 November 2022.

Bahkan angka penambahan Covid-19 pada Kamis kemarin (24/11/2022) mencapai 37 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr. Husnul Muarif mengakui angka penambahan Covid-19 mulai terasa. Selain itu, jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang bertambah.

"Memang lagi naik, penambahan kita yang kemarin saja itu sekitar 17, tapi 11 luar wilayah," kata Husnul Muarif saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (25/11/2022).

Hal ini pula yang membuat tingkat okupansi bed atau bed occupancy ration (BOR) Covid-19 naik. Namun Dinkes Kota Malang memastikan belum ditemukan Covid-19 varian XBB, yang menjadi varian terbaru dari Covid-19 di Kota Malang. "(Varian Covid-19 XBB) Belum terdeteksi di Malang," tegasnya.

Sejauh ini dikatakan Husnul, tingkat okupansi ketersediaan bed perawatan Covid-19 terisi 19,9 persen, dimana yang digunakan warga Kota Malang baru sekitar 4,49 persen yang tersebar di sembilan rumah sakit rujukan Covid-19. Sisanya merupakan pasien yang dirawat dengan KTP bukan warga Kota Malang.

"Itu masih di angka 4,49 warga kota malang yang dirawat di rumah sakit di 9 RS. Tersebar bukan terpusat di rumah sakit. Kalau lebih dari 4,49 persen itu berarti yang dirawat adalah yang bukan warga Kota Malang," ucapnya.

Baca: Dua Kali Gempa Susulan Cianjur Dirasakan Warga Purwakarta.

Angka kematian pasien berstatus probable Covid-19 juga meningkat, hal ini dikarenakan adanya penyakit penyerta atau komorbid dan keterlambatan dibawa ke rumah sakit.

"Semua masuk di instalasi gawat darurat, sehingga penanganan di gawat darurat itulah yang satu mungkin dari kasusnya sudah punya komorbit kemudian datang juga telat," bebernya.

Kendati ada peningkatan, belum ada rencana Dinkes Kota Malang untuk mengaktifkan kembali ruang-ruang isolasi terpusat. Sebab dirasa saat ini Covid-19 masih terkendali.

Baca Juga: Fakta Kecelakaan yang Renggut 8 Nyawa di Wonogiri: Bus Tak Laik Jalan, Sopir Cuma Punya SIM A.

Dirinya pun mendorong masyarakat yang belum melakukan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap bahkan vaksin booster untuk segera melakukannya. Termasuk dengan memperketat kembali pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes).
(nag)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1756 seconds (11.210#12.26)