Pilwali Surabaya, Pengamat: Peluang PDIP Menang di Lebih Besar Jika Usung Duet Nasionalis-Santri

Kamis, 09 Juli 2020 - 06:16 WIB
loading...
Pilwali Surabaya, Pengamat:...
Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman menyebut PDIP harus cermat dalam mengusung pasangan calon di Pilwali Surabaya 2020.
A A A
SURABAYA - Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman menyebut PDIP harus cermat dalam mengusung pasangan calon di Pilwali Surabaya 2020. Terlebih yang dibutuhkan saat ini bukan hanya memenangi elektoral, tapi juga bersama-sama menghadapi berbagai krisis yang terjadi, terutama pandemi COVID-19 dengan segala dampak yang ditimbulkan.

Dalam situasi seperti itu, menurut pengamat yang akrab disapa Angga tersebut, komposisi Pasangan calon yang ideal diusung PDIP yakni menduetkan representasi nasionalis-santri. "Dalam politik elektoral dan situasi krisis saat ini, PDIP harus memperhatikan keseimbangan dan komposisi nasionalis-santri," tandas Angga, Rabu (8/7/2020). (Baca: Berkah Ilmu Laduni, Gus Anom Ciptakan Lagu Ayah dalam Waktu Singkat)

CEO lembaga survei The Initiative Institute ini mengatakan, kondisi krisis saat ini membutuhkan persatuan, kolaborasi, serta bisa saling menyatukan satu sama lain. Nah, melihat komposisi politik kebudayaan di Surabaya saat ini, maka perekatnya adalah nasionalis dan santri. "Agar perekat itu bisa solid, dan momen politik elektoral tidak menjadi ajang bagi proses yang saling terpecah satu sama lain," ujarnya.

Siapa duet nasionalis-santri yang dimaksud Angga? Meski tak menyebut nama, bisa jadi perspektif Angga mengarah ke duet Whisnu Sakti Buana-Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans. Sebab, di bursa Pilwali Surabaya 2020, satu-satunya kandidat dari kalangan santri alias orang pesantren hanya Gus Hans. Sedangkan Whisnu disebut-sebut yang akan mendapat rekomendasi dari DPP PDIP untuk posisi calon wali kota.

Angga menambahkan, yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi bersama, saling pengertian, saling pemahaman satu sama lain. Maka politiknya harus sinergi dalam kondisi krisis, terlebih harus menyesuaikan dengan keadaan era new normal. (Baca: Risma Kembali Blusukan Naik Motor dan Obok-obok Kawasan Tandes)

Bagi Angga, new normal itu solidaritas, saling pengertian, bersama-sama, gotong royong untuk saling bantu membantu menghadapi krisis, dan politik harus menyesuaikan. "Menyesuaikannya apa? Ya merangkul seluruh aliran politik kebudayaan, terutama yang eksisting di Surabaya," jelas Angga.

"Jadi lebih ke arah solidarity maker, dan solidarity maker itu terbangun ketika aliras sungai nasionalis dan santri bertemu," tegasnya. Angga yakin, peluang PDIP memenangi Pilwali Surabaya 2020 jauh lebih besar jika yang diusung duet nasionalis-santri. "Ya, saya pikir kemungkinan menang sangat besar," ujarnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Rekomendasi
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
BSKDN Kemendagri Perkuat...
BSKDN Kemendagri Perkuat Kolaborasi dengan Uncen Dorong Lahirkan Inovasi Daerah
Berita Terkini
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved