Kapolda Kepri: Jenazah ABK WNI yang Tewas di Kapal China Diproses Visum
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:24 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, informasi awal yang diterima ada seorang warga negara Indonesia diduga dianiayai hingga meninggal dunia. Seperti pengalaman sebelumnya, sebagian besar tenaga kerja Indonesia yang bekerja di kapal ikan asing itu diperlakukan secara tidak manusiawi. Lalu berdasarkan dokumen untuk mereka bekerja sering kali dipalsukan dan tidak benar isinya.
![Kapolda Kepri: Jenazah ABK WNI yang Tewas di Kapal China Diproses Visum]()
"Jadi dugaan kami kedua kapal ini salah satunya merupakan tempat dilakukannya penganiayaan dan kapal lainnya sebagai saksi yang mengetahui kejadian tersebut," ujar Kapolda. (BACA JUGA: Evakuasi Pemulangan ABK, Satgas Sebut 44 Warga Reaktif Covid-19)
Dijelaskannya bahwa warga negara Indonesia ini juga yang menyampaikan informasi bahwa di kapal tersebut ada mayat. Kuat dugaan bahwa yang bekerja di kapal tersebut merupakan korban trafficking (perdagangan manusia) yang dipekerjakan secara paksa di atas kapal ikan tersebut.
Informasi tentang kejadian ini awalnya diterima pada Rabu (8/7/20) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Namun pihak dari Bakamla dan TNI AL telah mengetahuinya sejak Selasa (7/7/20) malam. (BACA JUGA: Satu ABK WNI yang Bekerja di Kapal China Meninggal di Pakistan)
"Pada pukul 06.00 WIB itu juga saya perintahkan jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri untuk bergabung melakukan deteksi dan mencari kapal tersebut termasuk juga helikopter ikut bergabung melakukan pencarian melalui udara," ujarnya.

"Jadi dugaan kami kedua kapal ini salah satunya merupakan tempat dilakukannya penganiayaan dan kapal lainnya sebagai saksi yang mengetahui kejadian tersebut," ujar Kapolda. (BACA JUGA: Evakuasi Pemulangan ABK, Satgas Sebut 44 Warga Reaktif Covid-19)
Dijelaskannya bahwa warga negara Indonesia ini juga yang menyampaikan informasi bahwa di kapal tersebut ada mayat. Kuat dugaan bahwa yang bekerja di kapal tersebut merupakan korban trafficking (perdagangan manusia) yang dipekerjakan secara paksa di atas kapal ikan tersebut.
Informasi tentang kejadian ini awalnya diterima pada Rabu (8/7/20) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Namun pihak dari Bakamla dan TNI AL telah mengetahuinya sejak Selasa (7/7/20) malam. (BACA JUGA: Satu ABK WNI yang Bekerja di Kapal China Meninggal di Pakistan)
"Pada pukul 06.00 WIB itu juga saya perintahkan jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri untuk bergabung melakukan deteksi dan mencari kapal tersebut termasuk juga helikopter ikut bergabung melakukan pencarian melalui udara," ujarnya.
(vit)
Lihat Juga :